Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 1

0 Pendapat 00.0 / 5

Arbain Walk To Mazar, Rancaekek, Ahad, 2 Agustus 2026

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

السلام عليك يا أبا عبد الله، وعلى الأرواح التي حلّت بفنائك.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Para guru yang dimuliakan, anak-anakku yang terkasih.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Rasulullah Muhammad saw., keluarga sucinya, dan para pecinta Ahlulbait hingga hari kiamat.

Izinkan saya menyampaikan rasa hormat dan apresiasi kepada seluruh peziarah Al-Ahyarham. Semoga langkah-langkah yang ditempuh menjadi bukti bahwa ruh kita terus ditautkan kepada keluarga Rasulullah saw.

Allah Swt. berfirman:

«وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا…
“Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan-rombongan.” (QS. Az-Zumar: 71)»

Kemudian Allah berfirman:

«وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا…
“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan-rombongan.” (QS. Az-Zumar: 73)»

Pernah ada yang datang kepada kami ketika mengadakan peringatan. Mereka membawa surat keberatan. Katanya, “Tidak perlu bergerombol.”

Saya menjawab, kami bukan gerombolan. Kami adalah jamaah.

Menariknya, Al-Qur’an justru menggunakan istilah zumar. Orang-orang kafir datang dalam zumar. Orang-orang bertakwa juga datang dalam zumar. Berarti yang menjadi persoalan bukan berkumpul atau tidak berkumpul, tetapi bersama siapa kita berkumpul.