Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 3
Hadis-hadis Nabi semakin memperjelas luasnya tanggung jawab seorang ayah. Seorang ayah diperintahkan mendidik agama, mengajarkan Al-Qur’an, memberikan nama yang baik, memenuhi nafkah yang halal, berlaku adil kepada seluruh anak, menjaga keamanan keluarga, meluangkan waktu bersama anak-anak, menjadi tempat mereka berbagi cerita, serta menjadi teladan dalam akhlak dan ibadah. Dengan demikian, keberhasilan seorang ayah tidak hanya diukur dari keberhasilan ekonomi, tetapi juga dari kualitas hubungan emosional, pendidikan, dan spiritual yang dibangunnya bersama keluarga.
Konsep keluarga maslahah tidak dapat dipisahkan dari tujuan syariat Islam. Dalam kajian ushul fikih, para ulama seperti Imam al-Ghazali, al-Syathibi, Izzuddin ibn Abd al-Salam, Najmuddin al-Tufi, dan Ibn Asyur menjelaskan bahwa syariat diturunkan untuk menghadirkan kemaslahatan bagi manusia. Tujuan tersebut diwujudkan melalui penjagaan terhadap lima kebutuhan pokok manusia, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam konteks keluarga, ayah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kelima aspek tersebut terpelihara melalui pendidikan agama, perlindungan keluarga, pembentukan karakter, pengelolaan ekonomi yang halal, serta pembinaan generasi yang saleh.

