Figur Ayah dalam Membangun Keluarga Maslahah 4
Islam juga memandang bahwa ayah dan ibu memiliki peran yang berbeda namun saling melengkapi. Ayah memimpin, melindungi, membimbing, dan menyediakan nafkah, sedangkan ibu menjadi pusat pengasuhan, pendidikan emosional, dan penjaga kehangatan keluarga. Ketika keduanya menjalankan amanah sesuai perannya dan saling bekerja sama, akan lahir keluarga yang dipenuhi ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Keluarga seperti inilah yang menjadi pondasi lahirnya generasi berakhlak mulia dan masyarakat yang kuat.
Perubahan zaman menghadirkan tantangan baru bagi para ayah. Di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), anak-anak tumbuh di tengah derasnya arus informasi, media sosial, dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Kondisi ini menghadirkan berbagai tantangan seperti kecanduan gawai, krisis identitas, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, hingga menurunnya interaksi sosial. Oleh karena itu, ayah masa kini tidak cukup hanya memahami agama, tetapi juga harus mampu menjadi mentor digital, pendamping penggunaan teknologi, penyaring informasi, dan pembangun literasi digital bagi keluarganya. Nilai-nilai Al-Qur’an dan teladan Rasulullah SAW harus tetap menjadi kompas dalam menghadapi perubahan zaman.

