Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

AL GHADIR BELUM BERAKHIR

0 Pendapat 00.0 / 5

Tinggi hingga terlihat oleh lautan manusia yang hadir. 

Lalu beliau mengucapkan kalimat yang terus bergema melampaui abad demi abad: 

Man kuntu maulahu fa hadza Aliyyun maulahu. 

Barang siapa menjadikan aku sebagai maulanya, maka Ali adalah maulanya. 

Kalimat itu singkat. 

Tetapi sebagian sejarah memang berubah oleh kalimat-kalimat yang singkat. 

Karena sesungguhnya Rasulullah tidak sedang memperkenalkan Ali. 

Umat telah mengenal Ali. 

Mereka mengenal keberaniannya. 

Mereka mengenal ilmunya. 

Mereka mengenal kesetiaannya. 

Mereka mengenal pengorbanannya. 

Yang sedang dilakukan Rasulullah pada hari itu adalah memastikan bahwa cahaya kenabian tidak kehilangan penjaganya. 

Bahwa nilai tidak kehilangan pelindungnya. 

Bahwa keadilan tidak kehilangan pembelanya. 

Bahwa Al-Qur’an tidak kehilangan penafsirnya. 

Bahwa peradaban tidak kehilangan arah. 


Karena itulah Al Ghadir sesungguhnya bukan sekadar peristiwa politik. 

Ia adalah peristiwa amanah.