Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Taswīl: Mekanisme Penipuan Batin dalam Diri Manusia 2

0 Pendapat 00.0 / 5

Para Imam Ahlulbait as juga menyinggung bahaya taswīl sebagai jebakan nafsu yang paling sulit dikenali. Imam Ali as bersabda: 

كَمْ مِنْ عَقْلٍ أَسِيرٍ تَحْتَ هَوًى أَمِيرٍ 

“Betapa banyak akal yang tertawan di bawah kekuasaan hawa nafsu.” (Nahj al-Balāghah, Hikmah 211) 

Ungkapan ini menjelaskan bahwa ketika akal tunduk kepada hawa nafsu, maka fungsi penilaian moralnya lumpuh. Ia tidak lagi menjadi pengendali, melainkan pembenaran bagi dorongan rendah. Inilah saat taswīl mencapai puncaknya. 

Imam Ja‘far al-Shādiq as juga bersabda: 

أَخْوَفُ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ التَّسْوِيلُ وَالتَّمَنِّي 

“Hal yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah penipuan batin (taswīl) dan angan-angan palsu.” (Bihār al-Anwār, jil. 70, hlm. 64, hadis 24) 
 
Menurut beliau, taswīl berpasangan dengan tamannī (angan-angan palsu): yang satu menipu pikiran agar merasa benar, dan yang lain menipu harapan agar merasa aman dari akibat perbuatan.