Meniti Jembatan Wujud menuju Sang Sejati
Memahami Nur Muhammad dan tawasul dari perspektif filsafat Islam memberikan pijakan teoretis yang kokoh bahwa tawasul bukanlah kiasan, dongeng, atau metafora hampa. Tawasul adalah hukum keterhubungan spiritual yang bersumber dari struktur ontologis alam semesta itu sendiri. Nur Muhammad adalah jembatan wujud yang menghubungkan keterbatasan alam materi dengan keindahan Wujud Absolut.
Dengan demikian, melakukan tawasul kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah tindakan menduakan Tuhan, melainkan wujud kerendahan hati eksistensial. Ia adalah kesadaran sadar bahwa manusia memerlukan pintu kebenaran, saluran rahmat, dan bimbingan sang Insan Kamil untuk selamat meniti perjalanan spiritual menuju Sang Pencipta Sejati. Menafikan tawasul berarti menafikan tatanan hirarki wujud yang telah diciptakan Allah dalam menyalurkan cahaya pencerahan-Nya ke seluruh penjuru alam semesta.

