Tangisan Nabi dan Kabar dari Langit 1
Gagasan itulah yang kemudian mengalir sepanjang ceramah. Ustadz Zahir tidak memulai pembahasannya dari peristiwa peperangan di Padang Karbala, melainkan dari kedudukan Imam Husain di sisi Rasulullah SAW. dan perhatian nabi terhadap syahadah cucu Nabi tersebut.
“Hari ini kita bersama umat Islam di dunia memperingati tragedi gugurnya Abu Abdillah al-Husain, yang merupakan tragedi terbesar dalam sejarah kehidupan umat manusia,” ujarnya mengawali ceramah.
Menurutnya, keagungan tragedi Karbala tidak hanya tampak dari besarnya pengorbanan yang terjadi pada hari Asyura, tetapi juga dari cara Rasulullah SAW. menyikapi peristiwa itu jauh sebelum terjadi. Berbagai riwayat yang terdapat dalam literatur Syiah maupun Sunni sama-sama menggambarkan kesedihan Rasulullah SAW. ketika Malaikat Jibril menyampaikan kabar bahwa Imam Husain kelak akan gugur di Karbala.
Di antara riwayat yang paling dikenal adalah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad bin Hanbal, Imam al-Tirmidzi, al-Hakim, dan sejumlah ulama hadis lainnya. Dalam riwayat tersebut diceritakan bahwa ketika Imam Husain kecil berada di pangkuan Rasulullah SAW., Malaikat Jibril datang membawa kabar yang menggetarkan.
“Atuhibbuhu?” “Apakah engkau mencintainya?”
Rasulullah SAW. menjawab, “Ya, aku mencintainya.”

