Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Karbala: Perjuangan Martabat, Bukan Semata-mata Perlawanan 3

0 Pendapat 00.0 / 5

“Benar, dalam kebangkitan ini ada unsur jihad. Ada unsur amar makruf nahi mungkar. Ada unsur perlawanan terhadap kezaliman. Semua itu benar. Namun musuh-musuh Al-Husain tidak membunuh beliau karena tujuan-tujuan tersebut.”

Mereka, lanjutnya, membantai Imam Husain karena satu alasan yang sangat jelas.

“Mereka membunuh beliau karena beliau menolak menerima kehinaan ketika dipaksa berbaiat kepada Yazid.”

Dari sinilah Ustadz Zahir menghubungkan tragedi Karbala dengan ungkapan lain yang hidup dalam khazanah perjuangan Imam Husain.

“Al-mawtu awlā min rukūbi al-‘ār.” Kematian lebih mulia daripada menanggung kehinaan.

Ustadz Zahir juga menjelaskan bahwa ungkapan tersebut bukan ajakan mengagungkan kematian. Yang dimuliakan adalah keberanian mempertahankan kehormatan ketika manusia dipaksa memilih antara martabat dan ketundukan.

“Melawan kezaliman hanyalah tujuan antara,” ujarnya. “Tujuan akhirnya adalah memerdekakan dan memuliakan manusia.”

Untuk menjelaskan gagasan itu, Ustadz Zahir mengajukan pertanyaan yang sederhana, tetapi mengandung makna yang dalam. “Mengapa kita melawan kezaliman? Mengapa kita melawan agresor?”

Jawabannya, menurutnya, bukan semata karena kezaliman itu buruk, melainkan karena setiap bentuk kezaliman selalu berusaha merampas kebebasan manusia. “Orang zalim hendak merampas kemerdekaan kita. Agresor hendak merampas kemerdekaan dan martabat sebuah bangsa.”

Karena itulah Imam Husain menentang kezaliman dalam rangka membebaskan manusia dari segala bentuk penghinaan. Perjuangannya bukan hanya memenangkan peperangan, tetapi mengembalikan manusia kepada fitrahnya sebagai makhluk yang merdeka.