Karbala: Warisan Universal untuk Seluruh Umat Manusia 2
Ustadz Zahir kemudian menyebut nama Presiden pertama India, Rajendra Prasad, sebagai contoh lain. Dalam pandangan tokoh yang dikenal sebagai salah seorang arsitek kemerdekaan India itu, pengorbanan Imam Husain telah melampaui batas geografis maupun agama. Karbala mewariskan satu pelajaran yang tetap relevan bagi setiap bangsa, yaitu bahwa kebenaran dan martabat manusia harus ditempatkan di atas kepentingan hidup itu sendiri.
Dengan menghadirkan pandangan tokoh-tokoh lintas agama dan bangsa, Ustadz Zahir ingin menunjukkan bahwa Asyura tidak hanya berbicara kepada umat Islam. Karbala berbicara kepada siapa pun yang menolak ketidakadilan, menghargai kebebasan, dan meyakini bahwa martabat manusia tidak boleh diperjualbelikan oleh kekuasaan.
Di titik inilah benang merah seluruh ceramah mulai tampak semakin jelas. Dari kisah tangisan Rasulullah SAW., penolakan Imam Husain terhadap baiat kepada Yazid, pelajaran malam Asyura, hingga konsep thaghut, semuanya bermuara pada satu gagasan besar, yaitu menjaga kemerdekaan dan martabat manusia sebagai amanah Ilahi.
Gagasan tersebut, menurut Ustadz Zahir, tidak boleh berhenti sebagai refleksi sejarah ataupun renungan spiritual. Nilai-nilai yang diwariskan Imam Husain harus hadir dalam kehidupan nyata, termasuk dalam cara sebuah bangsa memaknai kemerdekaannya.
Karena itulah, setelah menguraikan dimensi teologis, historis, dan universal dari Karbala, Ustadz Zahir mengajak hadirin menoleh kepada Indonesia. Bangsa yang telah memproklamasikan kemerdekaan lebih dari delapan dekade silam, menurutnya, memerlukan keberanian yang sama untuk menjaga kedaulatan, menentukan masa depannya sendiri, dan menolak segala bentuk tekanan yang menggerus martabat nasional.
Bagi Ustadz Zahir, di sinilah pesan Asyura menemukan relevansinya bagi Indonesia. Kemerdekaan bukan sekadar peristiwa yang diperingati setiap tahun, melainkan amanah yang harus terus dijaga agar bangsa ini tetap berdiri dengan kepala tegak, bebas menentukan jalannya sendiri, dan tidak kehilangan kehormatan di hadapan bangsa-bangsa lain.

