Indonesia dan Relevansi Asyura 1
Dari pembacaan atas sejarah Karbala, pelajaran malam Asyura, hingga konsep tauhid dan penolakan terhadap thaghut, Ustadz Zahir akhirnya mengajak hadirin mengarahkan pandangan kepada Indonesia. Baginya, nilai-nilai yang diperjuangkan Imam Husain tidak berhenti sebagai warisan sejarah yang dikenang setiap Muharram. Nilai-nilai itu menuntut keberanian untuk diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Jika umat lain dari berbagai agama mampu mengambil inspirasi dari Al-Husain,” ujarnya, “maka sudah saatnya bangsa Indonesia juga mengambil pelajaran dari perjuangan dan pengorbanan Imam Husain untuk mengokohkan posisinya sebagai bangsa yang merdeka dan bermartabat.”
Menurut Ustadz Zahir, kemerdekaan Republik Indonesia bukanlah hadiah yang diberikan oleh penjajah. Kemerdekaan merupakan buah dari pengorbanan para pendiri bangsa dan jutaan rakyat yang rela mempertaruhkan harta, tenaga, air mata, bahkan darah demi lahirnya sebuah negeri yang berdaulat.
Karena itu, kemerdekaan tidak boleh dimaknai hanya sebagai peristiwa historis yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Proklamasi memang melahirkan negara, bendera, lagu kebangsaan, dan Undang-Undang Dasar 1945, tetapi semua itu, menurutnya, belum otomatis menjamin tegaknya martabat bangsa.

