Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Indonesia dan Relevansi Asyura

0 Pendapat 00.0 / 5

Tekanan tersebut, lanjutnya, tidak selalu hadir dalam bentuk agresi militer. Di era modern, dominasi dapat muncul melalui pengaruh politik, ketergantungan ekonomi, tekanan finansial, hingga berbagai mekanisme yang secara perlahan mengurangi kemandirian sebuah negara dalam menentukan kebijakannya.

Karena itu, Ustadz Zahir menegaskan bahwa kemerdekaan yang sejati setidaknya memiliki tiga unsur yang saling berkaitan:

Pertama, kemampuan merumuskan sendiri seluruh kebijakan dan arah pembangunan bangsa.

Kedua, kemampuan melaksanakan kebijakan tersebut berdasarkan kekuatan dan kehendak sendiri.

Ketiga, kedaulatan penuh sehingga setiap keputusan negara terbebas dari tekanan, intervensi, maupun dikte pihak lain.

“Apabila kita mampu merumuskan kebijakan dalam dan luar negeri, menyusun program pembangunan di berbagai bidang, dan melaksanakannya tanpa tekanan dari kekuatan mana pun, saat itulah kita dapat berbangga sebagai bangsa yang benar-benar merdeka dan bermartabat.”

Sebaliknya, apabila berbagai keputusan strategis masih ditentukan oleh kepentingan di luar kepentingan nasional, maka kemerdekaan yang dimiliki belum sepenuhnya menghadirkan martabat.

“Secara politik kita mungkin telah merdeka, tetapi dalam banyak bidang kita masih bergantung kepada bangsa-bangsa lain.”

Bagi Ustadz Zahir, kenyataan itu bukan alasan untuk berputus asa, melainkan panggilan bagi seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat kemandirian nasional. Ia berharap para pemimpin Indonesia mampu menjaga kehormatan bangsa dengan tidak mempertaruhkan kedaulatan negara demi kepentingan sesaat ataupun tekanan dari kekuatan mana pun.