Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Hayhāt minnā al-dhillah 2

0 Pendapat 00.0 / 5

Jauh dari kami menerima kehinaan.

Di tangan Imam Husain, semboyan itu menjadi penolakan terhadap baiat yang dipaksakan. Semboyan yang sama menjelma menjadi prinsip moral yang melampaui ruang dan waktu. Ustadz Zahir mengingatkan bahwa kemuliaan manusia hanya dapat dipertahankan apabila kebebasan tetap dijaga, kehormatan tidak diperjualbelikan, dan kedaulatan tidak diserahkan kepada siapa pun selain Allah.

Itulah sebabnya Karbala tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Karbala terus hidup setiap kali manusia memilih mempertahankan martabat daripada tunduk kepada ketidakadilan. Karbala terus relevan setiap kali sebuah bangsa berusaha berdiri di atas keputusan dan kepentingannya sendiri. Dan Karbala akan terus menjadi inspirasi, selama masih ada manusia yang meyakini bahwa kemerdekaan adalah amanah, sedangkan kehinaan bukanlah pilihan.

Di penghujung majelis, seruan Hayhāt minnā al-dhillah kembali menggema. Bukan hanya sebagai slogan Asyura, melainkan sebagai ikrar untuk menjaga kemerdekaan, kehormatan, dan martabat manusia, nilai-nilai yang, sebagaimana ditegaskan Ustadz Zahir Yahya, menjadi pesan abadi perjuangan Imam Husain a.s. bagi umat manusia sepanjang zaman. []