Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 576, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 44, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 398, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 19, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 101, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 12, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1957, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 258, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 306
Jangan Hiraukan Gangguan Burung Gagak
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Engkau, jangan buang waktumu meladeni kehinaan “gagak-gagak” yang mengganggumu dengan patukan lisan busuknya dan sikap bodohnya. Engkau harus terbang tinggi dengan prestasi dan akhlak tinggimu. Mereka akan berjatuhan bak gagak-gagak itu, karena tak mampu menandingimu.
Nabi Saw. Selalu Memuji Allah SWT
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Selalu ber tahmîd, memuji Allah atas limpahan nikmat-Nya dengan lisan adalah bukti kesadaran dan ikrar pengakuan akan Kemaha-agungan Allah, yang diterjemahkan ucapan syukur dengan lisan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu memuji Allah SWT atas nikmat-nikmat-Nya. Âmîn.
Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Imam Shadiq as menegaskan: کَسبُ الحَرام یبینُ فِی الذُّرِیةِ “Penghasilan atau makanan haram tampak pengaruhnya pada keturunan seseorang.” (Al-Kafi, jild 5, hlm. 125)
Makanan Haram: Dampaknya Melampaui Tubuh
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany Ph. D.
Sebaliknya, makanan haram menimbulkan pengaruh destruktif: melemahkan daya spiritual, menutup pintu hidayah, serta menumbuhkan kecenderungan terhadap kejahatan dan kesesatan. Oleh karena itu, kesadaran tentang halal-haram makanan bukan sekadar bentuk ketaatan hukum, melainkan bagian dari strategi penyucian jiwa (tazkiyah al-nafs).
Sabda Imam Ja’far as Ketika Dikabari Bahwa Seorang Sahabat Beliau Mendapat Karunia Anak Laki-Laki
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Maka beliau bersabda: Semoga Allah memberimu sikap bersyukur kepada Sang Penganugerah dan semoga Allah memberkati untukmu pada anugerah-Nya, dan semoga Allah memanjangkan umurnya (bayimu) hingga mencapai usia dewasa dan semoga Allah menganugerahkan untukmu sikap baktinya kepadamu.
Menyucikan Batin: Jalan Menjaga Kehormatan Diri
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Dari seluruh uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa satu-satunya cara menjaga kehormatan sejati adalah dengan menyucikan batin (tazkiyat al-nafs). Sebab, keburukan yang disembunyikan akan menjadi noda yang menodai wajah lahiriah seseorang, sedangkan kebaikan yang tulus akan tampak meski tanpa perlu ditunjukkan.
Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 2
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Al-Qur’an mengisyaratkan bahwa tanda-tanda batin dapat dikenali melalui nada dan gaya bicara seseorang: لَتَعْرِفَنَّهُمْ فِی لَحْنِ الْقَوْلِ Engkau akan mengenal mereka dari nada bicaranya.” (QS. Muhammad [47]: 30)
Munculnya Batin: Ketika Rahasia Jiwa Menjadi Nyata 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Mohammad Adlany, Ph.D.
Kesadaran ini mengajarkan bahwa penyucian batin bukan sekadar tuntutan etika, melainkan kebutuhan ontologis agar manusia sejati terwujud dalam kesatuan antara kata, perbuatan, dan hati. “Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati dan amal kalian.” (Hadis Nabi saw)
Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu! (1)
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Musa yang berangkat dengan harapan yang sederhana yaitu mencari dan mendapatkan kayu dan menyalakan api unggun. Tetapi ia kembali telah berubah status. Dari menantu seorang Nabi menjadi seorang Nabi dan Rasul Agung as. Ia telah Allah pilih menjadi Rasul-Nya dengan tugas besar; menyelamatkan Bani Isra`il dari cengkaman kedzaliman Fir’aun dan memimpin mereka dalam bimbingan Syari’at Allah.
Berharaplah Sesuatu Di Luar Harapanmu!
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Habib Ali Umar Al-Habsyi
Syaikh ash Shadûq –semoga Allah merahmati beliau– meriwayatkan dari Imam Ali bin Abi Thalib as sebuah Hikmah Kehidupan yang sangat dalam makna dan kandungannya; Hendaknya seorang lebih besar penggarapannya terhadap suatu di luar harapannya daripada apa yang ia harapkan.