Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Akidah

NASIB AMALAN ORANG YANG MENGINKARI ALLAH DAN HARI AKHIR

NASIB AMALAN ORANG YANG MENGINKARI ALLAH DAN HARI AKHIR

Banyak amal identik dengan banyak hasil atau banyak pahala. Tapi kali ini tidak, perbuatannya banyak tapi menjadi golongan manusia yang paling merugi. Simak firman Allah berikut ini, قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (QS.Al-Kahfi:103) الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. (QS.Al-Kahfi:104)

Baca Yang lain

APAKAH PENCIPTA JUGA MEMILIKI PENCIPTA?

APAKAH PENCIPTA JUGA MEMILIKI PENCIPTA? Bertrand Russel, salah seorang filsuf ternama Inggris dalam bukunya “Why I am Not a Cristian?” (Mengapa Aku Bukan Seorang Kristian?)” berkata, “Aku beriman kepada Tuhan ketika aku berusia muda. Aku meyakininya melaui argumen kausalitas yang terbaik. Dan Aku melihat segala sesuatu yang ada di muka bumi ini memiliki sebab. Apabila mata-rantai sebab itu kita kaji, pada akhirnya kita akan sampai kepada sebab awal dan aku menamai sebab awal ini sebagai Tuhan. Akan tetapi setelah itu, aku meninggalkan kepercayaan ini. Lantaran aku berpikir; apabila segala sesuatu harus memiliki sebab dan pencipta, maka Tuhan juga harus memiliki sebab dan pencipta.”

Baca Yang lain

Rahasia Sunnatullah (Bag 2)

Rahasia Sunnatullah (Bag 2) Pada bagian yang pertama, kita telah mendapat kesimpulan bahwa siapapun yang melanggar Sunnatullah (hukum dan ketentuan Allah) maka ia seperti sedang melawan arus sungai yang deras, pasti ada kesulitan yang menghadang. Lalu sampailah kita pada sebuah pertanyaan, “Bagaimana cara mengurangi kesulitan dalam hidup?”

Baca Yang lain

Rahasia Sunnatullah (Bag 1)

Rahasia Sunnatullah (Bag 1) Suatu hari Ibnu Abbas sedang duduk bersama Imam Ali bin Abi tholib. Hingga datanglah seseorang yang ingin menanyakan sesuatu kepada imam. Ia pun bertanya, “Wahai Imam, kebunku kering dan kekurangan air, tolong mintalah kepada Allah agar memberiku kecukupan.” Imam menjawab, “Mohonlah ampun kepada Allah swt dengan beristighfar.”

Baca Yang lain

Manusia Sampai Rela Mati

Manusia Sampai Rela Mati Imam Muhammad Baqir as dalam sebuah riwayat yang pernah saya baca, ketika beliau berjalan disapa oleh seseorang, Hai baqar (sapi)!. Mendengar sapaan itu, beliau turun dari tunggangannya, menghampiri orang itu dan berkata kepadanya, Saya bukan baqar, tapi nama saya Bâqir (pembelah ilmu).

Baca Yang lain

Apa Pentingnya Mencari Hidayah?

Apa Pentingnya Mencari Hidayah? Contoh paling besar untuk menjelaskan makna hidayah ialah ketika kaum muslimin yang telah diberi petunjuk oleh Allah swt melalui Nabi saww, dimana Nabi saw mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, lalu membimbing mereka kejalanNya yang lurus, setelah Allah swt menyempurnakan agama mereka dan memenuhi nikmatNya kepada mereka serta rela Islam sebagai agama mereka.

Baca Yang lain

Tips dan Trick menguatkan Iman

Tips dan Trick menguatkan Iman Manusia secara fitrah adalah pencari kesempurnaan dan senantiasa berusaha bergerak dari kekurangan menuju kesempurnaan dan sampai kepada keparipurnaan dalam seluruh bidang. Meski boleh jadi dalam mengidentifikasi kesempurnaan-kesempurnaan manusia mengalami kesalahan dan menempuh jalan menyimpang. Namun inti pencari kesempurnaan merupakan masalah fitri manusia yang dianugerahkan Allah Swt dalam diri manusia.  

Baca Yang lain

Tanya Jawab mengenai Syafaat dalam Al-Quran

Tanya Jawab mengenai Syafaat dalam Al-Quran Soal : Dalam al-Quran terdapat ayat menafikan syafaat, misalnya pada hari kiamat tidak ada syafaat, dan terdapat juga ayat yang menjelaskan keberadaan syafaat itu sendiri, hal ini menunjukkan bahwa dalam firman Allah Swt terdapat hal-hal yang kontradiktif dalam masalah syafaat?

Baca Yang lain

Pengertian Hukum Karma

Pengertian Hukum Karma Hukum karma dalam ajaran Islam bermakna reaksi dari amalan-amalan baik dan buruk manusia. Menurut Islam, reaksi dan hasil sebagian perbuatan manusia akan nampak terlihat di dunia ini berupa efek wadh’i amalan-amalan dan kembali kepada manusia itu sendiri.

Baca Yang lain

Mengapa Tuhan Menciptakan Setan?

Mengapa Tuhan Menciptakan Setan? Banyak yang bertanya bahwa sekiranya manusia diciptakan untuk mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan melalui jalan penyembahan (ibadah), keberadaan setan sebagai makhluk pembinasa adalah oposisi kesempurnaan. Apakah alasannya  sehingga setan mesti ada? Ia adalah makhluk yang licik, penuh dendam, makar, penuh tipu-daya, dan beracun!

Baca Yang lain

Batasan Taqiyah

Batasan Taqiyah Tolong sebutkan batasan taqiyah itu dengan beberapa contoh kasus seperti dalam: 1. Menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa zalim. 2. Kemunafikan dan dua muka. 3. Menerima kezaliman. 4. Amar makruf dan nahi mungkar.

Baca Yang lain

Nikmat Akan Terasa Setelah Datangnya Musibah

Nikmat Akan Terasa Setelah Datangnya Musibah Allah berfirman, وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا “Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, maka kalian menjadi bersaudara karena nikmat-Nya.” (QS.Ali Imran:103)

Baca Yang lain

Apakah hakikat sunatullah?

Apakah hakikat sunatullah? Sunah secara leksikal adalah jalan, thariqat dan aturan. Sunah berasal dari kata dasar sanna, yasunnu. sunnah yaitu aturan yang dibuat. Bentuk pluralnya adalah sunnan. Oleh itu, definisi secara leksikal sunatullah atau sunah Ilahi adalah jalan, cara Tuhan dan aturan-Nya.

Baca Yang lain

KOALISI IMAN – AMAL

KOALISI IMAN – AMAL Hablum minallah atau hubungan dengan Allah merupakan sebentuk relasi vertikal. Sementara hablum minannas atau hubungan dengan manusia adalah relasi horizontal.

Baca Yang lain

Bada’ Menurut Ulama Syiah dan Ahlussunnah

Bada’ Menurut Ulama Syiah dan Ahlussunnah Oleh itu, ungkapan-ungkapan yang digunakan dalam riwayat ini perlu di perlu di perhatikan, dimana hal itu sesuai dengan ungkapan yang digunakan dalam literatur-literatur Syiah. Dan dalam kandungan bada itu sendiri antara dua ulama mazhab (Syiah dan Ahlusunnah) tidak ada perbedaan sama sekali.

Baca Yang lain

NADZAR UNTUK SELAIN ALLAH (BAGIAN2)

NADZAR UNTUK SELAIN ALLAH (BAGIAN2) Tolok ukur yang tepat dalam nadzar adalah niat dan bukan keserupaan dengan sesuatu atau tidak. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya semua perbuatan dinilai dari niatnya”.

Baca Yang lain

NADZAR UNTUK SELAIN ALLAH (BAGIAN1)

NADZAR UNTUK SELAIN ALLAH (BAGIAN1) Tolok ukur yang tepat dalam nadzar adalah niat dan bukan keserupaan dengan sesuatu atau tidak. Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya semua perbuatan dinilai dari niatnya”.

Baca Yang lain

METODE DALAM KALAM SYAIKH AL-MUFID DAN DALAM TEOLOGI KRISTEN

METODE DALAM KALAM SYAIKH AL-MUFID DAN DALAM TEOLOGI KRISTEN Penyamaan ilm al-kalâm dengan teologi dalam bahasa Barat tidak terlalu akurat karena keduanya beranjak dari titik yang berbeda. Tujuan kalâm, adalah untuk mempertahankan dan menjelaskan eksistensi Tuhan.

Baca Yang lain

Berakidah dan berkeyakinan

Berakidah dan berkeyakinan “Oh Tuhanku yang Maha Penyayang! saya tidak mengetahui akan hikmah-MU, semua bencana yang datang dari-MU adalah rahmat dan kemiskinan yang Kamu berikan merupakan sebuah keagungan. Saya berkeliling dari rumah ke rumah-rumah supaya dapat mengetahui Tuhan saya, Tuhan engkau takdirkan saya dalam kemiskinan supaya saya mencari dan memanggil-manggil-MU, saya lebih suka mendatangi pintu-pintu orang padahal sehari semalam pintu-MU selalu terbuka. Wahai Tuhanku! gandumku Engkau tumpahkan sehingga Engkau memberi aku emas. Engkau putus asakan aku sehingga Engkau beri saya mutiara yang berharga.

Baca Yang lain

Bada’ Dalam Pandangan Syi’ah

Bada’ Dalam Pandangan Syi’ah Dalam ideologi Syi’ah, bada’ menempati posisi yang urgen sehingga hampir semua buku teologi atau filsafat Islam kuno memuat pembahasan ini secara terperinci atau global. Para ulama mencoba untuk meneruskan jejak Al-Qur’an dan sunah dalam sosialisasi persoalan tersebut.

Baca Yang lain