Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Ali as

Tingkat Toleransi dalam Pemerintahan Imam Ali as

Tingkat Toleransi dalam Pemerintahan Imam Ali as

Menanggapi hal itu, Amir Al Mukminin menasihati mereka untuk bersabar, dan di antara hal-hal yang dia katakan adalah, pandangan yang kalian miliki ini, satu pendapat. “فرقة تری ما ترون” Sekelompok orang menerima pendapat kalian. “و فرقة تری ما لاترون” Sementara sebagian yang lain menerima pendapat yang tidak kalian yakini, dan pendapat itu tidak kalian terima.

Baca Yang lain

Imam Ali as adalah Karrâr ghairu Farrâr

Imam Ali as adalah Karrâr ghairu Farrâr Figur ksatria imam Ali bin abi thalib as ketika  ditanya: "Ya Imam, tidakkah tuan ingin memiliki seekor kuda yang mampu berlari kencang?" Imam 'Ali as menjawab, "untuk apa...?

Baca Yang lain

Makan & Minum Menurut Sayidina Ali bin Abi Thalib dalam Kitab Gurarul Hikam

Makan & Minum Menurut Sayidina Ali bin Abi Thalib dalam Kitab Gurarul Hikam Selanjutnya adalah Islam mengajarkan pada kita untuk memakan makanan yang bersih. Seperti halnya lebah madu. Mereka hanya memakan sari bunga yang bersih dan tidak memakan makanan dari sampah-sampah atau kotoran sehingga mereka bisa menghasilkan madu yang wangi dan juga bermanfaat bagi kesehatan. Maka dari itu kita harus memilah dan memilih makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Baca Yang lain

Begini Filsafat Tauhid Imam Ali

Begini Filsafat Tauhid Imam Ali Walhasil, dalam pandangan Imam Ali, anda belum bertauhid bila anda;     Meyakini bahwa hanya Tuhan semata yang ada;     Meyakini bahwa hanya ciptaan semata yang ada;     Meyakini bahwa Tuhan adalah ciptaan dan ciptaan adalah Tuhan;     Meyakini bahwa Tuhan dan ciptaan adalah wujud independen.  

Baca Yang lain

Keutamaan-keutamaan Imam Ali a.s. Tidak Akan Pernah Dapat Tertutupi

Keutamaan-keutamaan Imam Ali a.s. Tidak Akan Pernah Dapat Tertutupi Dari Syeikh Sulaiman al-Qanduzi al-Hanafi di dalam kitabnya, Yanabi’ al-Mawaddah, halaman 254, disebutkan bahwa Rasulullah Saw telah bersabda: “Ali adalah pintu ilmuku, dan penjelas bagi apa yang aku diutus dengannya kepada umatku sepeninggalku.” Alquran al-Karim berkata dalam surat al-Baqarah: 189: “Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya.” Dan, Ali adalah pintu ilmu Rasulullah Saw.

Baca Yang lain

Mengenang kembali Peristiwa Haji Wada dan Ghadir Khum

Mengenang kembali Peristiwa Haji Wada dan Ghadir Khum Setelah itu umat Islam satu persatu mendatangi kemah Nabi Saw dan melakukan baiat kepadanya serta menyampaikan selamat. Kemudian mereka bergerak ke kemah Imam Ali as dan menyatakan baiat kepadanya sebagai pengganti dan pemimpin sepeninggal Nabi Saw. Rasulullah tersenyum menyaksikan kejadian tersebut dan berkali-kali berkata, “Ucapkan selamat kepadaku. Karena Allah telah mengkhususkan kenabian padaku dan imamah kepada Ahlulbaitku. Ini petanda kemenangan agung dan kekelahan penuh kubu kekafiran dan kemunafikan.”

Baca Yang lain

Sosok Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dalam Pandangan Sejarah

Sosok Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dalam Pandangan Sejarah Imam Ali as melaksanakan salat setiap hari seribu rakaat. Dalam hal ilmu, beliau adalah pemberi peringatan yang tidak terbantahkan. Disebutkan dalam hadis: “Bertanyalah kepadaku, sebelum kalian kehilangan aku.”

Baca Yang lain

Kemutawatiran Hadis Ghadir Khum dalam Kitab-kitab Ahlusunah

Kemutawatiran Hadis Ghadir Khum dalam Kitab-kitab Ahlusunah Mereka meriwayatkan hadis itu dari jalur yang bermacam-macam, dari lebih seratus sahabat Nabi Saw. Apabila kita kumpulkan hadis-hadis tersebut, pasti membutuhkan berjilid-jilid, sebagaimana yang dilakukan sebagian para ulama terdahulu dalam masalah penting ini, yaitu dengan cara menyusun buku tersendiri tentang hadis kewalian, di antaranya adalah Ibnu Jarir al-Thabari, seorang ahli tafsir, sejarawan terkenal yang termasuk ulama abad ke-3 dan ke 4 Hijriah. Beliau telah meriwayatkan hadis ini dari 75 jalan periwayatan dalam sebuah kitab yang ia beri nama al-Wilayah.  

Baca Yang lain

Idul Ghadir, Hari Ujian Ketaatan Hamba

Idul Ghadir, Hari Ujian Ketaatan Hamba Rasulullah Saw bersabda, "Hari Ghadir adalah hari terbaik umatku dan ia adalah hari ketika Allah Swt menyempurnakan agama-Nya dan melengkapi nikmat-Nya kepada umatku." Perlu dicatat bahwa sejarah Ghadir Khum bukan hanya sebuah peristiwa sejarah semata, tapi mengandung pesan-pesan penting yaitu, pendidikan dan tugas memberi petunjuk kepada umat manusia harus diteruskan oleh orang-orang suci. Keberadaan para pemimpin shaleh di tengah masyarakat merupakan jaminan terbaik untuk memelihara keselamatan dan kemajuan mereka.

Baca Yang lain

Hubungan Kesabaran Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Kemenangan Islam

Hubungan Kesabaran Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Kemenangan Islam Begitu perih dan pahitnya beliau melihat haqnya di ambil oleh yang lain, namun beliau tetap bersabar demi kemenangan yaitu menjaga islam tetap ada. Sedangkan seandainya beliau tidak bersabar, maka dengan memperhatikan keadaan umat di zaman dahulu yang mana mereka baru saja mengenal islam,  bisa saja mereka kembali kepada kemusyrikan dan hasilnya adalah perjuangan nabi saw untuk menyebarkan islam semasa hidup beliau pun akan sia-sia saja. Dengan kesabaran, beliau telah mengalahkan musuh-musuh islam yang ingin memecah belah pada waktu itu.

Baca Yang lain

Kemerosotan Mental Pengikut Imam Ali di Medan Juang

Kemerosotan Mental Pengikut Imam Ali di Medan Juang Kata-kata Imam Ali a.s. yang sepedas itu mereka dengarkan, tetapi setelah itu mereka bubar dan tidak berbuat apa-apa hingga Imam Ali tidak dapat mengharapkan sesuatu dari mereka. Hanya sedikit saja yang masih tetap setia kepadanya dan kekuatan mereka sangat tidak memadai untuk kembali diajak berperang melawan pasukan Syam.  

Baca Yang lain

Tips dari Sayidina Ali Supaya Kita Selalu Sehat

Tips dari Sayidina Ali Supaya Kita Selalu Sehat Suatu hari Amirul Mukminin, Imam Ali bin Abi Thalib ra berkata, “Wahai Hasan ! Jangan makan sebelum engkau lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Kunyahlah makanan dengan baik. Lalu setiap engkau merasakan kantuk maka pergilah ke tempat tidur. Seandainya engkau mengamalkan ini semua maka engkau tidak akan membutuhkan seorang tabib.” (Al-Khishol, jild 1, hal 335 )

Baca Yang lain

Pelajaran Imam Ali As untuk Orang Yang Merendahkannya

Pelajaran Imam Ali As untuk Orang Yang Merendahkannya Diriwayatkan dari Imam Shadiq as bahwa “Imam Ali as mencangkul tanah dan mengeluarkan nikmat-nikmatnya dengan bercocok tanam… dan dari jerih payahnya beliau membeli seribu budak dan membebaskannya.”

Baca Yang lain

Kisah 12 Dirham Rasulullah Yang Penuh Berkah

Kisah 12 Dirham Rasulullah Yang Penuh Berkah Ali as menerima uang dari beliau dan langsung menuju pasar. Di sana Ali as membelikan pakaian seharga 12 dirham dan kembali menemui Nabi Saw. Menerima pakaian itu, beliau mengucapkan terima kasih dan berkata, “Seandainya engkau membelikan aku baju yang lebih murah harganya dari ini.”

Baca Yang lain

Detik-detik Kesyahidan Imam Ali bin Abi Thalib As

Detik-detik Kesyahidan Imam Ali bin Abi Thalib As Beliau lalu memejamkan matanya perlahan-lahan, memanjangkan kedua tangannya, dan meluruskan kedua kakinya. Dan dengan suara syahdu mengucapkan Asyhaduallah ila illallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuluh. Demikianlah. Nafasnya terhenti dan ruhnya melesat menembus angkasa menuju tingkat wujud tertinggi, kehadirat Dzat Kudus Ilahi, bersatu dengan Kekasih Mutlak yang Maha Sempurna dalam keadaan syahid, suci, bersih, penuh cahaya.

Baca Yang lain

Tiga Hadis Sahih: Argumen atas Kepemimpinan Imam Ali setelah Nabi

Tiga Hadis Sahih: Argumen atas Kepemimpinan Imam Ali setelah Nabi Tidak semua isu klasik itu usang. Ada fakta lama tapi tetap baru dan relevan dibahas. Apalagi manusia selalu haus kebenaran. Kecenderungan mencari kebenaran tidak akan berhenti dan akan tetap segar. Sabda Nabi, “Kebijaksanaan adalah barang hilang orang beriman. Dia akan mengambilnya dari manapun itu berasal.”

Baca Yang lain

Keadilan Menurut Imam Ali bin Abi Thalib as

Keadilan Menurut Imam Ali bin Abi Thalib as Imam Ali memegang tampuk kekuasaan untuk mewujudkan keadilan di tengah masyarakat dan memenuhi hak mereka. Di mata Imam Ali, kinerja terpenting pemerintahan adalah menciptakan keadilan. Poros upaya hal tersebut adalah terpenuhinya hak orang-orang yang terzalimi. Dalam pemerintahan Imam Ali, keadilan bukan hanya slogan belaka, tapi sebuah program praktis yang membumi. Sebab, keadilan adalah inti politik Imam Ali. Selama masa singkat lima tahun pemerintahannya, Imam Ali As berhasil mempraktekkan sebuah konsep keadilan yang saat ini menjadi harapan dan dambaan ummat manusia. Para penulis kontemporer sampai mengatakan bahwa adalah keliru jika mengatakan bahwa Ali dan keadilan adalah dua kata yang berbeda, karena fakta sosial saat Imam Ali As memerintah menunjukkan bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Mengenal dan mengagumi orang-orang besar semacam Imam Ali, bukan kultus individu, melainkan sebagai luapan kecintaan pada nilai-nilai yang beliau bawa dan peragakan.

Baca Yang lain

Ini Alasan Sayidina Ali Ra Dapat Kedudukan Khusus Di Sisi Rasulullah Saw

Ini Alasan Sayidina Ali Ra Dapat Kedudukan Khusus Di Sisi Rasulullah Saw Begitu juga dengan Sayidina Ali bin Abi Thalib ra. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa beliau mendapatkan kedudukan yang khusus di sisi Nabi karena sifat amanahnya sayidina Ali. Imam Jafar ra berkata; “Lihatlah! Bagaimana Ali mendapatkan kedudukan khusus di sisi Rasulullah saw. Ikutilah caranya! Sesungguhnya Ali ra mendapatkan kedudukan tersebut di sisi Nabi karena kejujuran dan amanahnya.”

Baca Yang lain

Pengaruh dan Ketinggian Sastra Nahjul Balaghah

Pengaruh dan Ketinggian Sastra Nahjul Balaghah Ibn Abi al-Hadid mengutip dari Abdul Hamid al-Khatib, tokoh besar prosa Arab yang hidup pada paruh pertama abad ke-2 Hijriah mengatakan: “Saya mempelajari sungguh-sungguh tujuh puluh khutbah Ali, dan sejak itu pikiran saya senantiasa terlimpahi [dengan inspirasi].” AIi al-Jundi juga meriwayatkan bahwa ketika Abdul Hamid ditanya tentang apakah yang paling membantunya dalam mencapai kefasihan sastra, ia menjawab: “Mengingat khutbah-khutbah orang botak (kata ini keluar dengan celaan lantaran keterikatan Abdul Hamid dengan pengadilan Umayyah).

Baca Yang lain

4 Waktu Yang Baik untuk Berdoa Menurut Sayidina Ali bin Abi Thalib Ra

4 Waktu Yang Baik untuk Berdoa Menurut Sayidina Ali bin Abi Thalib Ra “Ketahuilah 4 waktu yang sangat mulia untuk berdoa 1. Ketika mengaji al-Quran 2. Ketika adzan sedang berkumandang 3. Ketika hujan turun 4. Ketika pasukan muslim sedang berhadapan dengan pasukan kafir di medan perang untuk mendapatkan kesyahidan.” (Makarimul Akhlak, jild 2, hal 11)

Baca Yang lain