Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Husein as

Pengaruh Komunal dan Sosial Asyura

Pengaruh Komunal dan Sosial Asyura

Hal ini merupakan kenyataan yang dapat dilihat tatkala bulan Muharram tiba. Hampir seluruh strata masyarakat  terlibat dalam perayaan Asyura ini. Menyumbang untuk kegiatan perayaan Asyura, sewa gedung, meramaikan masjid atau husainiyyah, parade, menggubah puisi, berkidung lagu sendu, donor darah, membantu fakir miskin, mengadakan festival Muharram, seminar dan banyak lagi aksi sosial lainnya dalam memperingati acara Asyura.

Baca Yang lain

Asyura, Sejarah yang Tak Terlupakan. Mengingatnya adalah Sunnah Aimmah a.s.

Asyura, Sejarah yang Tak Terlupakan. Mengingatnya adalah Sunnah Aimmah a.s. Maka, atas contoh tersebutlah kita mengenang dan mengambil pelajaran dari peristiwa besar yang terjadi ribuan tahun yang lalu. Bahwa mengenang peristiwa Asyura dan berduka atas syahidnya Imam Husain a.s. atas ketetapan dari para Imam untuk kita. Ketetapan yang juga berdasar pada apa yang juga diperintahkan oleh Rasulullah Saw, yakni bahwa kita juga harus mengikuti salah satu peninggalan Rasulullah Saw, yaitu Ahlulbait a.s.

Baca Yang lain

Potret Asyura dalam Bingkai Puisi Rumi

Potret Asyura dalam Bingkai Puisi Rumi Pesan itu dapat terungkap jelas dalam bait kelima, bahwa tujuan utama Sayidina Husein adalah untuk membebaskan dan memerdekakan umat dari belenggu dunia yang dapat menyeret manusia pada kezaliman diri sendiri maupun sesama. Meski jalan pembebasan itu kadang harus ditempuh dengan tidak biasa dan penuh mara bahaya. Seperti kata Carl G. Jung dalam bukunya Man and His Symbols, penderitaan dapat membangunkan kesadaran manusia bahwa kehidupan ini perlu perubahan.

Baca Yang lain

Puncak Kesempurnaan Asyura pada Arbain(2)

Puncak Kesempurnaan Asyura pada Arbain(2) Di hari Asyura, Allah Swt menganugerahkan seluruh warisan para nabi kepada Imam Husein as, dan di hari Arbain, warisan para nabi itu dititipkannya kepada sejarah. Asyura adalah pemandangan kebaikan Tuhan kepada Imam Husein dan Arbain adalah pemandangan kemurahan hati Imam Husein kepada umat manusia dan sejarah. Oleh karena itu, dalam doa Ziarah Arbain kita membaca, "Ya Allah, aku bersaksi bahwa Husein telah mengorbankan darah hatinya sehingga hamba-hamba-Mu terbebaskan dari kebodohan dan ketidaktahuan, dan terselamatkan dari ketersesatan".

Baca Yang lain

Puncak Kesempurnaan Asyura pada Arbain(1)

Puncak Kesempurnaan Asyura pada Arbain(1) Di hari Asyura, Allah Swt menganugerahkan seluruh warisan para nabi kepada Imam Husein as, dan di hari Arbain, warisan para nabi itu dititipkannya kepada sejarah. Asyura adalah pemandangan kebaikan Tuhan kepada Imam Husein dan Arbain adalah pemandangan kemurahan hati Imam Husein kepada umat manusia dan sejarah. Oleh karena itu, dalam doa Ziarah Arbain kita membaca, "Ya Allah, aku bersaksi bahwa Husein telah mengorbankan darah hatinya sehingga hamba-hamba-Mu terbebaskan dari kebodohan dan ketidaktahuan, dan terselamatkan dari ketersesatan".

Baca Yang lain

Arbain Imam Husain as, antara Ritual Agama dan Wisata

Arbain Imam Husain as, antara Ritual Agama dan Wisata Dalam kitab Lawâ’ij al Asyjân disebutkan bahwa pada saat itu Jabir berjumpa dengan keluarga Nabi saw, yang baru datang dari Syam. Jabir menemui Imam Ali Zainal Abidin as. kemudian Imam berkata kepadanya, “Ya Jabir, di sini lah laki-laki kami dibantai, anak-anak kecil kami disembelih, wanita-wanita kami ditawan dan kemah-kemah kami dibakar”.

Baca Yang lain

Ritus Arbain: “Long March” Karbala

Ritus Arbain: “Long March” Karbala Pendek kata, dalam ritual Arbain semua orang berubah menjadi malaikat-malaikat bertulang. Cinta kepada Al-Husain telah menciptakan srbuah fenomena moral tak terperikan, sebuah keramahan massal, toleransi universal dan cinta tanpa “tapi”.

Baca Yang lain

Mengenal Karakter dan Heroisme Sayidah Zainab

Mengenal Karakter dan Heroisme Sayidah Zainab Sayidah Zainab memang telah dipersiapkan untuk menghadapi peristiwa (tragis) yang akan menimpanya dan kakaknya. Setelah peristiwa Karbala beliaulah yang meneruskan perjuangan kakaknya. Beliau menyadarkan umat Islam dengan khotbah-khotbahnya untuk membuka kedok Bani Umayah dan menyampaikan apa yang menjadi tujuan Imam Husain bangkit.

Baca Yang lain

Empat Puluh: Spektrum Sakralitas dan Historisitas Tradisi Ziarah Arbain(2)

Empat Puluh: Spektrum Sakralitas dan Historisitas Tradisi Ziarah Arbain(2) Angka 40 juga sangat termasyhur sebagai durasi kedukaan atas kesyahidan Imam Husain di Karbala pada 61 H. Disebutkan bahwa Imam Ali Sajjad menangisi ayahandanya selama 40 tahun seraya berpuasa di siang harinya dan bermunajat di malam harinya.

Baca Yang lain

Spektrum Sakralitas dan Historisitas Tradisi Ziarah Arbain(1)

Spektrum Sakralitas dan Historisitas Tradisi Ziarah Arbain(1) Asal usul Brahmana Husaini adalah berasal dari kelompok Datt atau Dutt, sebuah klan prajurit di antara tujuh klan di dalam kelompok etnis Mohyal Brahmana yang berasal dari wilayah Punjab atau Haryana di utara India. Setelah perang Mahabarata, Aswata yang merupakan leluhur Datt mengungsi ke wilayah Arab bersama pengikutnya. Datt sendiri berasal dari bahasa Hindi, daata, yang berarti dermawan.

Baca Yang lain

Pemberontakan Penduduk Madinah Terhadap Pemerintahan Yazid Pasca Tragedi Karbala (1)

Pemberontakan Penduduk Madinah Terhadap Pemerintahan Yazid Pasca Tragedi Karbala (1) Ketika Basyir bin Jadzlam membawa berita tentang kesyahidan Imam Husain a.s. dan pengarakan tawanan, di Madinah terasa seakan sangkakala telah ditiup mengumumkan Hari Kiamat. Kaum wanita Madinah keluar dari rumah-rumah mereka dan berjalan menuju gerbang kota. Kaum lelaki, wanita anak-anak, keluar dari rumah-rumah mereka bertelanjang kaki dan berteriak, “Ya Muhammad! Ya Muhammad! Ya Husain! Ya Husain! Ya Husain!” Sangat mirip dengan hari Nabi Saw wafat. (Maqtal Abi Mikhnaf, hal. 200)

Baca Yang lain

Pemberontakan Penduduk Madinah Terhadap Pemerintahan Yazid Pasca Tragedi Karbala

Pemberontakan Penduduk Madinah Terhadap Pemerintahan Yazid Pasca Tragedi Karbala Sebagian ulama yang bias dan pengikut Bani Umayah, seperti Ibnu Taimiyah, telah berusaha keras untuk membela Yazid bin Muawiyah. Mereka telah melangkah jauh untuk mengenalinya sebagai khalifah Islam yang sah pada zamannya. Namun, pada akhirnya, realitas memaksa sebagian besar ulama untuk mengakui kejahatan Yazid karena dialah penyebab berbagai bencana bagi umat Islam, khususnya selama tiga tahun kekhalifahan hasil rampasannya. Dalam jangka panjang, para pengikut Bani Umayah yang bias tidak bisa terus mengabaikan banyak kekejaman Yazid tersebut. Oleh karena itu, sebagian bersiasat untuk sepenuhnya menyangkal atau membenarkan kejahatan brutal Yazid itu.

Baca Yang lain

Perempuan; Penyampai Kebenaran Tragedi Asyura

Perempuan; Penyampai Kebenaran Tragedi Asyura Di Syam, Sayyidah Zainab menyampaikan khutbahnya yang terkenal, yaitu khutbah Ghara’ yang berisikan peringatan terhadap Yazid bin Muawiyah. Sayyidah Zainab memperkenalkan jati dirinya kepada khalayak umum, memperkenalkan  kedudukan Imam Husain a.s. di sisi Rasulullah SAW, dan mengingatkan siksaan yang akan menimpa orang-orang yang telah berbuat zalim, khususnya para pembunuh hujjah-Nya di muka bumi. Khutbah beliau sedemikian hebat sampai-sampai Yazid bin Muawiyah hanya diam seribu bahasa. Ia tidak mampu berkata ketika mendengar khutbah Sayyidah Zainab.

Baca Yang lain

Keteladanan Para Pejuang Karbala dan Pembentukan Karakter Anak

Keteladanan Para Pejuang Karbala dan Pembentukan Karakter Anak Salah satu metode pendidikan manusia yang telah diajarkan Allah Swt kepada para Nabi adalah keteladanan. Dengan menetapkan sosok-sosok tertentu sebagai teladan, maka manusia dapat belajar dari mereka tentang kehidupan dan menjadi manusia yang lebih baik. Sebagai contoh Allah Swt telah menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan yang menjadi panutan bagi manusia.

Baca Yang lain

Peristiwa Asyura dalam Perspektif Fiqh: Pemikiran Soroush Mahalati (bagian 2)

Peristiwa Asyura dalam Perspektif Fiqh: Pemikiran Soroush Mahalati (bagian 2) Kitab fikih tentang Asyura ditulis oleh Mohammad Soroush Mahalati, yang diterbitkan pada Juli 2017. Soroush Mahalati dalam buku Fikih Asyura mengacu pada kematian Muawiyah, naiknya Yazid ke bangku kekuasaan dan Yazid menginginkan imam Husein membai’at dirinya. Ia juga menjadikan gerakan imam Husein sebagai topik penelitian yaitu, bagaimana pandangan fikih terhadap bai’at imam kepada penguasa yang tidak adil? Apakah diperbolehkan atau tidak diperbolehkan?

Baca Yang lain

Arbain, Mukadimah Tegaknya Pemerintahan Imam Mahdi

Arbain, Mukadimah Tegaknya Pemerintahan Imam Mahdi 40 hari berlalu sejak peristiwa Asyura. Asyura adalah darah dan kebangkitan, Asyura adalah kepala-kepala terpenggal yang ditancapkan di ujung tombak, dan anak-anak yang ditampar. Sebuah Arbain tiba mengisahkan tenda-tenda terbakar, dan nyawa-nyawa belahan jiwa Ahlul Bait yang pergi karena besarnya sifat pengecut musuh. 40 hari putra-putra Rasulullah Saw yang berduka, dengan wajah pucat, dan luka-luka yang mereka terima tanpa belas kasihan, digiring di gurun-gurun, jalan-jalan dan reruntuhan, sehingga sebagaimana dibayangkan para Yazid, agar semua menyaksikan bagaimana keluarga Nabi Muhammad Saw terhina di mata semua orang. Akan tetapi…..  

Baca Yang lain

Perempuan-Permpuan Karbala: Peran Tampak dan Tersembunyi Perempuan di Karbala Bagian 2

Perempuan-Permpuan Karbala: Peran Tampak dan Tersembunyi Perempuan di Karbala Bagian 2 Disebutkan dalam kitab-kitab sejarah bahwa Abdullah Bin Umair Kalbi dan istrinya keluar dari Kufah pada malam kedelapan Muharram dan bergabung dengan kafilah Imam Husein.  Setelah Abdullah syahid, pada hari Asyura, istrinya yang setia datang ke sisi tempat tidurnya dan menyeka kotoran dari wajahnya.  Pada saat ini, atas perintah Shammar, salah satu budak menjatuhkan gada ke kepala perempuan yang berduka ini dan membunuhnya.

Baca Yang lain

Pentingnya Memperingati Tragedi Asyura

Pentingnya Memperingati Tragedi Asyura Tangisan atas Imam Husain bukanlah tangisan kehinaan dan kekalahan, namun bentuk protes keras atas segala bentuk kebatilan dan sponsornya di sepanjang masa. Orang-orang mukmin merasakan gelora dalam jiwanya ketika mengenang terbunuhnya Imam Husain dan itulah yang membuat nyala perjuangan sang Imam tetap membara dihati-hati pecintanya. Kullu Yaumin As-Syura, Kullu ardin Karbala, semua hari adalah As-Syura, semua tempat adalah Karbala.

Baca Yang lain

Strong Woman, Zainab

Strong Woman, Zainab Belajar dari kehidupan Zainab yang tak mudah, perempuan sudah sepatutnya memiliki mental tahan banting. Karena segala bentuk pelecehan dan kekejian di masyarakat sudah barang tentu harus dilawan bersama. Keadilan harus dibangun oleh laki-laki dan perempuan. Keshalehan masyarakat pun harus diusahakan oleh keduanya. Keduanya harus bersatu padu, tak mengecilkan peran satu sama lain di tengah masyarakat. Kisah abang-adik, Husain-Zainab adalah contoh bagaimana hak dan kewajiban dipikul bersama-sama dalam kerjasama yang supportif. Equal Rights Equal Responsibilities. Justice!

Baca Yang lain

Perempuan-Perempuan Karbala (1): Peran Tampak dan Tersembunyi Perempuan di Karbala

Perempuan-Perempuan Karbala (1): Peran Tampak dan Tersembunyi Perempuan di Karbala Wanita yang saleh dan betakwa ini berkata di saat-saat terakhirnya: “Suamiku!  Saya punya satu permintaan darimu dan itu ialah, agar engkau mengingat saya pada Hari Pembalasan di hadapan Nabi Allah saw, kakek imam Husain.[4] Zuhair menerima dan berpisah darinya dan bergabung dengan banyak orang abadi dalam sejarah dan martir Karbala.  Pengaruh dan visi wanita hebat ini dapat dilihat dari kata-kata dan perilakunya;  Ketika dia meminta syafaat Nabi SAW di hari kebangkitannya.  

Baca Yang lain