Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Ali bin Husein as

Imam Sajjad, Penyampai Risalah Asyura

Imam Sajjad, Penyampai Risalah Asyura

Setelah mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt, beliau berkata, “Wahai warga Madinah! Allah Swt menguji kami dengan musibah yang agung. Tidak ada musibah yang dapat menyamainya. Wahai warga Madinah! Siapa yang hatinya dapat bergembira ketika mendengar tragedi besar ini? Hati siapa yang tidak sedih setelah mengetahui kesyahidan Husein bin Ali? Mata siapa yang tidak menangis? Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari musibah luar biasa ini. Kami mengorbankan jiwa di jalan Allah demi menghadapi segala musibah. Karena kami tahu Allah akan membalas semuanya.”

Baca Yang lain

Imam Sajjad, Manusia Agung dalam Sejarah Islam

Imam Sajjad, Manusia Agung dalam Sejarah Islam Imam Sajjad as dilahirkan pada tanggal 5 Sya’ban tahun 38 Hijriah di kota Madinah. Beliau as selama hidupnya mempertahankan pelita petunjuk agama Islam di masa yang suram dan penuh dengan fitnah, sekaligus meneruskan revolusi agung ayahnya Imam Husein as. Imam Sajjad as menyandang sifat-sifat mulia dan keutamaan luhur yang diwariskan dari ayahnya. Peristiwa Karbala terjadi saat Imam Sajjad as belum berumur 23 tahun. Saat itu, beliau tidak mampu turun ke medan perang karena berada dalam kondisi sakit.

Baca Yang lain

Belajar Menjadi Hamba Tuhan Sejati dari Imam Sajjad as

Belajar Menjadi Hamba Tuhan Sejati dari Imam Sajjad as Imam Khomeini terkait ibadah Imam Sajjad as berkata, apakah kalian berpikir bahwa tangisan para Imam Maksum dan tangisan Imam Sajjad as adalah untuk pendidikan dan mereka ingin mengajar orang lain? Mereka menangis karena takut akan Tuhan dengan segala spritualitas dan kebesaran mereka; Dan mereka tahu betapa sulit dan berbahayanya jalan ke depan. Mereka tahu tentang kesulitan dan ketidakrataan melintasi jalan, satu sisi adalah dunia dan sisi lain adalah akhirat dan melewati neraka; Mereka sadar akan alam barzakh, api penyucian, kebangkitan, dan konsekuensinya yang mengerikan; Oleh karena itu, mereka tidak pernah istirahat dan selalu mencari perlindungan kepada Allah dari azab keras di akhirat.

Baca Yang lain

Syair Pujian Farazdaq kepada Cucu Nabi, Sayyidina Ali Zainal Abidin

Syair Pujian Farazdaq kepada Cucu Nabi, Sayyidina Ali Zainal Abidin Farazdaq adalah salah seorang penyair ulung zaman dinasti Umayah. Karya-karya syairnya begitu banyak dan fenomenal, di antara karya-karyanya terkodifikasi dalam diwannya, yaitu Diwan al-Farazdaq. Nama asli beliau adalah Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah dari bani Attamimi.

Baca Yang lain

Membimbing Umat Dengan Jalan Doa Dan Munajat

Membimbing Umat Dengan Jalan Doa Dan Munajat Setelah Imam  Sajjad As menetap di Madinah, beliau secara ketat diawasi oleh orang-orang Yazid, yang ingin mencari tahu kalau-kalau Imam Sajjad As memulai kegiatan yang merongrong pemerintahan Yazid. Imam Ali Zainal Abidin As bertugas untuk mengajarkan dan membimbing kaum Muslimin, dan ia melakukannya dengan berbagai cara.

Baca Yang lain

Shahifah Sajjadiyah Tangga Meraih Ma’arif Ahlul Bait as

Shahifah Sajjadiyah Tangga Meraih Ma’arif Ahlul Bait as Imam Sajjad as, selama 34 tahun ini mempersiapkan lahan untuk madrasah ilmu-ilmu Ahlul Bait as. Imam Baqir dan Imam Shadiq as menjadi pelanjut gerakan ilmiah beliau. Beliau menjelaskan berbagai ma’arif dalam bingkai doa. Sebagian mengira bahwa Shahifah Sajjadiyah hanya kitab doa semata, padahal ia adalah kitab irfan, kitab politik, kitab hikmah, kitab akhlak dan kitab kehidupan.

Baca Yang lain

Kepedulian Imam Sajjad as terhadap Perubahan Masyarakat Lebih dari Ibadah dan Munajat

Kepedulian Imam Sajjad as terhadap Perubahan Masyarakat Lebih dari Ibadah dan Munajat Bila kota Madinah pada masa Imam Baqir dan Imam Ja’far Shadiq berubah menjadi majlis-majlis ilmiah, hal itu bukan karena kondisi dengan sendirinya membaik, karena kondisi masa kekuasaan Abbasiyah juga kurang mendukung. Hal yang lebih penting diketahui bahwa Imam Ali Zainal Abidin selama 35 tahun aktif berjuang di Madinah tanpa lelah, yaitu dari tahun 61 H hingga 94 H dan hasilnya dapat dirasakan pada masa Imam Baqir dan Imam Shadiq as.

Baca Yang lain

Dialog Imam Ali Zainal Abidin a.s. dan Penduduk Syam

Dialog Imam Ali Zainal Abidin a.s. dan Penduduk Syam Ahli sejarah lainnya menyebutkan bahwa tatkala Imam Ali bin Husain a.s. tiba di Syam bersama tawanan, Ibrahim bin Thalhah bin Ubaidillah meghampiri Imam a.s. Ia kemudian bertanya: “Wahai Ali bin Husain, siapakah yang menang?”

Baca Yang lain

Situasi Politik di Masa Keimamahan Imam Ali Zainal Abidin a.s.

Situasi Politik di Masa Keimamahan Imam Ali Zainal Abidin a.s. Di masa pemerintahan AI-Walid, Sulaiman bin Abdul Malik diperintah untuk membunuh Imam a.s. dengan cara menyusupkan racun ke dalam makanan beliau. Akirnya Imam a.s. pun syahid pada 24 Muharam 65 H. Meski beliau a.s. telah syahid, namun pemikiran-pemikiran dan tujuan-tujuan gerakan beliau tetap hidup subur dan berkembang sepanjang sejarah manusia, serta menyalakan cahaya keutamaan dan memancarkan petunjuk.

Baca Yang lain

Imam Zainal Abidin pasca Peristiwa Karbala

Imam Zainal Abidin pasca Peristiwa Karbala Peristiwa yang menoreh Iuka mendalam di hati Ahlulbait Nabi Saw dan para pecinta mereka adalah apa yang dilaporkan oleh Humaid bin Muslim dan diabadikan dalam kitab Al-Irsyad. Humaid adalah seorang saksi hidup yang menyaksikan langsung peristiwa yang terjadi pada tengah hari tanggal 10 Muharam setelah syahidnya Imam Husain a.s. Ia berkata, “Sungguh aku melihat sendiri salah seorang wanita dan anak dari putri Imam a.s. dikoyak bajunya [oleh pasukan Syimir] sampai-sampai ia jatuh pingsan.”

Baca Yang lain

Peran Imam As-Sajjad A.S. Usai Tragedi Karbala

Peran Imam As-Sajjad A.S. Usai Tragedi Karbala Membangkitkan kesadaran manusia atas kejahatan dan pengkhianatan yang dilakukan musuh. “Dengan mata manakah kalian kelak menghadap Rasulullah Saw ketika ia berkata, ‘Kalian telah membunuh keluargaku dan menistakan kehormatanku! Kalian bukanlah umatku!'” Orang-orang berkata satu sama lain, “Binasalah kalian atas segala yang kalian ketahui.”

Baca Yang lain

Imam Sajjad, Simbol Keagungan Akhlak dan Spiritualitas

Imam Sajjad, Simbol Keagungan Akhlak dan Spiritualitas Imam Sajjad bahkan dalam doanyapun memberikan contoh bagaimana mengabdi dan melayani kebutuhan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Imam Zainal Abidin kepada putranya berkata, "Barang siapa yang meminta tolong padamu untuk melakukan suatu pekerjaan baik, maka lakukanlah. Jika kamu ahlinya maka lakukan dengan sebaik-baiknya, Jika bukan engkau telah berbuat baik."

Baca Yang lain

Imam Sajjad; Menghidupkan Agama di Era Represif(2)

Imam Sajjad; Menghidupkan Agama di Era Represif(2) Imam Sajjad as menjawab, "Tahukah kamu bahwa Nabi Ya'qub bin Ishak bin Ibrahim adalah seorang nabi, anak nabi dan cucu nabi? Beliau mempunyai 12 orang anak. Ketika Allah menjauhkan salah seorang dari mereka, rambut kepalanya memutih karena sedih, punggungnya membungkuk karena duka dan matanya menjadi buta karena selalu menangis. Padahal anaknya masih hidup di dunia. Sedangkan aku, aku dengan mata kepalaku sendiri menyaksikan ayah, saudara dan 17 orang dari sanak keluargaku dibantai dan terkapar di Padang Karbala. Bagaimana mungkin kesedihanku akan berakhir dan tangisanku akan berkurang?"

Baca Yang lain

Imam Sajjad; Menghidupkan Agama di Era Represif(1)

Imam Sajjad; Menghidupkan Agama di Era Represif(1) Imam Ali Zainal Abidin as dilahirkan tanggal 5 Sya'ban tahun 38 Hijriyah di kota Madinah. Putra Imam Husein as ini dijuluki dengan sebutan as-Sajjad, karena tekun beribadah dan bersujud kepada Allah Swt. Selain dekat dengan Tuhan, Imam Sajjad as juga dikenal sebagai orang yang sangat dermawan, baik budi, dan penyantun terutama kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang tertindas.

Baca Yang lain

Kisah : Budak yang Bersalah Dihadapan Imam Sajjad as

Kisah : Budak yang Bersalah Dihadapan Imam Sajjad as Inilah akhlak Ahlulbait Nabi saw. Orang yang bersalah bisa terbebas dari hukuman bahkan mendapatkan kebaikan hati beliau dan menjadi orang merdeka. Salam atasmu wahai cucunda Nabi Al-Mustofa.

Baca Yang lain

Kisah-kisah Imam Ali Zainal Abidin a.s.: Roti Kering dan Mutiara

Kisah-kisah Imam Ali Zainal Abidin a.s.: Roti Kering dan Mutiara Lalu lelaki pencinta Imam Sajjad a.s. tersebut menjual batu mutiara bernilai yang ditemukan di perut ikan itu dengan harga yang sesuai saat itu. Sebagian ia gunakan untuk membayar hutang-hutangnya dan sebagian lain ia manfaatkan sebagai modal kerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Baca Yang lain

Doa Imam Zainal Abidin untuk Hasil yang Baik

Doa Imam Zainal Abidin untuk Hasil yang Baik Wahai Dia yang zikir-Nya kehormatan bagi para penzikir! Wahai Dia yang syukur-Nya kemenangan bagi para pensyukur!

Baca Yang lain

Imam Sajjad, Teladan Ibadah dan Pengabdian

Imam Sajjad, Teladan Ibadah dan Pengabdian Imam Sajjad bahkan dalam doanyapun memberikan contoh bagaimana mengabdi dan melayani kebutuhan orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Imam Zainal Abidin kepada putranya berkata, "Barang siapa yang meminta tolong padamu untuk melakukan suatu pekerjaan baik, maka lakukanlah.

Baca Yang lain

Perjuangan Pemikiran Imam Sajjad as(2)

Perjuangan Pemikiran Imam Sajjad as(2) Di bulan Sya’ban, kota Madinah kembali bersuka cita atas kelahiran seorang manusia suci dari Ahlul Bait Nabi as. Rumah sederhana Imam Husein as memancarkan cahaya karena kelahiran seorang anak yang tampak jelas aura kewibawaan di wajahnya.

Baca Yang lain

Perjuangan Pemikiran Imam Sajjad as(1)

Perjuangan Pemikiran Imam Sajjad as(1) Di bulan Sya’ban, kota Madinah kembali bersuka cita atas kelahiran seorang manusia suci dari Ahlul Bait Nabi as. Rumah sederhana Imam Husein as memancarkan cahaya karena kelahiran seorang anak yang tampak jelas aura kewibawaan di wajahnya.

Baca Yang lain