Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah & Ahlulbait

Hari ketika amanah menemukan kesempurnaannya.

Hari ketika amanah menemukan kesempurnaannya.

Hari ketika cahaya yang dimulai di Gua Hira mencapai fajar peradaban manusia.  Dan pada hari itu kita akan memahami bahwa sejak Arafah, Khum, Karbala, Najaf, Qom, hingga Indonesia hari ini, sesungguhnya hanya ada satu perjalanan yang sedang berlangsung: 

Baca Yang lain

Ghadir adalah tentang amanah

Ghadir adalah tentang amanah Dan amanah selalu mencari penjaganya di setiap zaman.  Maka pertanyaan terbesar Al Ghadir sesungguhnya bukanlah:  “Apa yang terjadi di Khum?”  Sejarah telah menjawabnya.  Bukan pula:  “Siapakah Ali bin Abi Thalib?”  Umat telah mengenalnya. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 6

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 6 Masa depan bangsa ditentukan oleh siapa yang paling sungguh-sungguh menyiapkan generasi berikutnya.  Bukankah itulah inti Ghadir? 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 5

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 5 Kita tidak hidup di Qom.  Kita hidup di Indonesia.  Di negeri yang terbentang dari Sabang sampai Merauke.  Di negeri yang dipersatukan oleh ratusan suku, bahasa, dan budaya.  Di negeri yang diwariskan oleh para pendiri bangsa sebagai rumah bersama. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 4

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 4 Membangun ilmu.  Membangun budaya.  Membangun kepercayaan diri.  Membangun masa depan.  Karena perlawanan tanpa ilmu dapat berubah menjadi kemarahan. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 3

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 3 Berabad-abad kemudian, semangat yang sama kembali bangkit.  Ia hidup dalam kebangkitan umat.  Ia hidup dalam gerakan ilmu.  Ia hidup dalam perlawanan terhadap penindasan.  Ia hidup dalam suara seorang ulama yang mengubah jalannya sejarah.  Imam Khomeini. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR2

AL GHADIR BELUM BERAKHIR2 Amanah untuk menjaga risalah.  Amanah untuk menjaga manusia.  Amanah untuk menjaga masa depan.  Dan amanah itu tidak berhenti pada Imam Ali. 

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR

AL GHADIR BELUM BERAKHIR Tinggi hingga terlihat oleh lautan manusia yang hadir.  Lalu beliau mengucapkan kalimat yang terus bergema melampaui abad demi abad:  Man kuntu maulahu fa hadza Aliyyun maulahu.  Barang siapa menjadikan aku sebagai maulanya, maka Ali adalah maulanya.  Kalimat itu singkat. 

Baca Yang lain

Arafah dan Ghadir

Arafah dan Ghadir Di Arafah, Rasulullah berbicara tentang kemanusiaan.  Tentang kehormatan darah dan harta.  Tentang hak-hak perempuan.  Tentang persaudaraan.  Tentang amanah.  Tentang keadilan.  Tentang nilai-nilai yang harus menjadi fondasi sebuah peradaban.   

Baca Yang lain

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 1

AL GHADIR BELUM BERAKHIR 1 Semoga kita bukan hanya menjadi pecinta Ali.  Tetapi juga menjadi penjaga amanah yang diwariskan Ali.  Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Baca Yang lain

Seorang Wanita Perawi yang Berilmu

Seorang Wanita Perawi yang Berilmu Walau tak semasa dengan neneknya, Fatimah Zahra, atau dengan kakeknya, Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib, keberadaan putri Imam Husein ini di dalam rumah ayahnya, menjadikan ia mengetahui apa-apa yang terjadi sepeninggal Rasulullah saw. Di antara yang dapat ia sampaikan ialah tentang bagaimana Fatimah Zahra yang di masa beliau mengalami sakit keras pasca wafat Rasulullah saw.  

Baca Yang lain

Apa yang Menarik Hidayah Allah

Apa yang Menarik Hidayah Allah Fatimah, putri yang sangat beruntung memiliki seorang ayah seperti Imam Husein, seorang seperti Amirul mu`minin Ali bin Abi Thalib yang menjadi kakeknya dan seorang seperti Fatimah Zahra yang menjadi neneknya, serta menjadi darah daging Rasulullah saw.  

Baca Yang lain

Fatimah Binti Al-Husain Ibu Perlawanan Terhadap Kezaliman

Fatimah Binti Al-Husain Ibu Perlawanan Terhadap Kezaliman Sebuah kasus yang ditangani seorang penyelidik untuk dikuak misteri di baliknya atau untuk dicari kebenarannya, apapun yang terkait dengan kasus itu bernilai di matanya. Sekalipun potongan kertas yang terbuang sebagai sampah. Karena bagaimanapun, ia sebuah jejak yang mungkin menjadi petunjuk.  

Baca Yang lain

Karena itu Ghadir tidak pernah selesai

Karena itu Ghadir tidak pernah selesai Ghadir terus hidup sebagai pengingat bahwa manusia tidak dibiarkan berjalan sendirian dalam sejarah. Sejak Adam a.s,.

Baca Yang lain

Ghadir yang Tidak Pernah Selesai

Ghadir yang Tidak Pernah Selesai Inti wilayah bukan kultus individu. Inti wilayah adalah penjagaan terhadap ukuran moral agama. Imam Ali a.s,. dikenang bukan karena kemegahan kekuasaan yang diwariskan, tetapi karena keteguhannya menjaga keadilan bahkan ketika keadilan menuntut pengorbanan pribadi. Dalam diri beliau, kekuasaan tunduk sepenuhnya kepada kebenaran.  

Baca Yang lain

Ketika Agama Kehilangan Arah Moral

Ketika Agama Kehilangan Arah Moral Tanpa Imamah, agama berisiko kehilangan pusat orientasi ruhaniahnya. Ritual tetap berjalan. Hukum tetap diperdebatkan. Simbol-simbol keagamaan tetap dipertahankan. Namun arah batin agama perlahan memudar. Agama terus dibicarakan, tetapi tidak lagi melahirkan manusia yang berani berdiri tegak di hadapan kebatilan.  

Baca Yang lain

Wilayah dan Garis Kekhalifahan Ilahi

Wilayah dan Garis Kekhalifahan Ilahi Wilayah bukan urusan perebutan kekuasaan setelah wafat Nabi. Wilayah menyangkut kesinambungan kekhalifahan Ilahi di muka bumi. Karena itu, Ghadir tidak berdiri terpisah dari kisah penciptaan Adam a.s,. Keduanya berada dalam satu garis yang sama. Penetapan manusia pilihan sebagai khalifah dan hujjah Allah di tengah kehidupan manusia.  

Baca Yang lain

Ghadir dan Kesinambungan Hidayah

Ghadir dan Kesinambungan Hidayah Sepulang dari Haji Wada’ pada 18 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah, Rasulullah SAW menghentikan ribuan kaum Muslimin di sebuah tempat bernama Ghadir Khum. Di tengah padang yang panas, beliau menyampaikan pernyataan yang kemudian menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah Islam.  

Baca Yang lain

Mengapa Ghadir Tidak Pernah Selesai

Mengapa Ghadir Tidak Pernah Selesai Sejak awal penciptaan manusia, Allah SWT tidak membiarkan manusia berjalan tanpa hujjah. Karena itu, kepemimpinan Ilahi tidak pernah sepenuhnya tunduk kepada kehendak politik manusia. Kehadirannya merupakan bagian dari kehendak Allah SWT sendiri. Ketika Allah berfirman kepada para malaikat dalam Surah Al-Baqarah ayat 30, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi,” para malaikat bertanya, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”  

Baca Yang lain

Sayyidah Zainab Mendeklarasikan Pengorbanan Imam Husain 2

Sayyidah Zainab Mendeklarasikan Pengorbanan Imam Husain 2 Maka mari kita jalani warisan Sayyidah Zainab a.s. dengan sepenuh hati dan kesadaran. Jadikan setiap langkah kita bagian dari perjuangan suci itu di rumah, di sekolah, di ruang publik, di media, dalam dakwah, dalam budaya, dalam dunia politik dan kebijakan, dan bahkan dimana dan kapan saja. Warisan beliau adalah jalan kehidupan yang menuntut keberanian berpikir, kekuatan spiritual, dan kesetiaan tanpa syarat pada kebenaran.

Baca Yang lain