Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah & Ahlulbait

Ahlul Bait adalah Cahaya Petunjuk

Ahlul Bait adalah Cahaya Petunjuk

Satu-satunya cara agar terhindar dari malapetaka itu adalah dengan tetap berada dalam pancaran cahaya Ahlul Bait a.s. dan berada di atas bahtera mereka. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW, mereka adalah pelita kebenaran dan bahtera keselamatan (Misbâh al Hudâ wa Safînah al Najât).

Baca Yang lain

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab Mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah Swt ditimpakan kepada kaum zalim dan mereka yang berdusta tentang kebenaran.

Baca Yang lain

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab(1)

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab(1) Hari Mubahalah jatuh pada tanggal 24 bulan Dzulhijjah dan pada hari itu, Rasulullah Saw menawarkan mubahalah kepada Nasrani Najran yang menolak kebenaran dan mereka pun menerima tantangan ini.

Baca Yang lain

Mengapa Rasulullah Saw tidak menulis surat wasiat setelah kejadian “Raziyatul Khams”?

Mengapa Rasulullah Saw tidak menulis surat wasiat setelah kejadian “Raziyatul Khams”? Berdasarkan hal tersebut, penisbatan “mengigau” terhadap Nabi Saw pada hakikatnya telah mempemasalahkan legitimasi perkataan dan perbuatan Nabi Saw, bahkan mempertanyakan kemakshuman Nabi Saw sendiri. Sehingga sekalipun Nabi Saw tetap menuliskan “sumber/piagam persatuan umat” (surat wasiyat) ini tidak akan pernah memiliki dampak apapun.

Baca Yang lain

Ternyata Wajar Ghadir Khum Dilupakan

Ternyata Wajar Ghadir Khum Dilupakan Jelas di sini, sebelum pergi untuk mengajak bermain Nabi Yusuf as, mereka sudah berjanji akan memenuhi kebaikan dan menjaga Yusuf as. Akan tetapi, esok harinya sudah dilupakan dan dilanggar. Yusuf as harus terpisah dari ayahnya, dibuang ke sumur oleh mereka. Peristiwa ini tentunya lebih dahsyat dan lebih sulit dibayangkan kebenarannya dari terlupakannya peristiwa Ghadir dilihat dari beberapa poin berikut ini:

Baca Yang lain

Nilai Baik dan Buruk Idul Ghadir

Nilai Baik dan Buruk Idul Ghadir Karena secara kultural perayaan Ghadir itu sangat mirip dengan muludan, sisi baik dan buruk perayaan itu juga bisa dibandingkan dengan sisi baik dan buruk perayaan muludan. Bagi yang anti muludan, perayaan muludan itu buruk. Tapi, bagi yg pro, muludan punya banyak sisi positif.

Baca Yang lain

Tiga Pendapat Mengenai Kata “Al-Yauma..”

Tiga Pendapat Mengenai Kata “Al-Yauma..” Setelah Rasulullah saw menyampaikan kepemimpinan Sayidina Ali sa bagi umat ini, turunlah ayat: “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu. Sebab itu, janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu menjadi agama bagimu…(QS: al-Maidah 3)

Baca Yang lain

Ghadir Khum, Kebenaran yang Terlupakan(2)

Ghadir Khum, Kebenaran yang Terlupakan(2) Setelah beberapa bulan dari peristiwa penting ini, Rasulullah Saw meninggal dunia dan menyisakan duka yang mendalam bagi masyarakat Muslim yang baru terbentuk. Orang-orang larut dalam kesedihan dan duka, sementara sebagian pihak ingin memanfaatkan situasi itu untuk keuntungan kelompoknya.

Baca Yang lain

Ghadir Khum, Kebenaran yang Terlupakan(1)

Ghadir Khum, Kebenaran yang Terlupakan(1) Pada tanggal 18 Dzulhijjah, sebuah peristiwa penting terjadi di daerah telaga Ghadir Khum yang terletak antara Mekkah dan Madinah. Kala itu Rasulullah Saw menyampaikan sebuah pesan kepada 120 ribu orang yang baru pulang dari ibadah haji.

Baca Yang lain

ISLAM RASULULLAH SAW DAN SIKAP ANTI-KEKERASAN

ISLAM RASULULLAH SAW DAN SIKAP ANTI-KEKERASAN Kebangkitan Imam Husein as adalah kelangsungan dari risalah Rasulullah saw yang diutus oleh Allah sebagai wujud kasih sayang Allah kepada seluruh alam semesta dimana pun dan kapan pun. Melalui penegasan berbagai ayat al-Qur’an, Agama Islam mengajak umat manusia, khususnya kaum muslimin, kepada sikap penolakan terhadap kekerasan, di antaranya beberapa kelompok ayat berikut:

Baca Yang lain

Memetik Berkah dari Pernikahan Agung

Memetik Berkah dari Pernikahan Agung Sayidah Fatimah adalah istri yang tidak pernah meminta sesuatu di luar kemampuan suaminya. Dalam hal ini beliau berkata kepada Imam Ali as, "Aku malu kepada Tuhanku bila aku meminta sesuatu kepadamu sementara engkau tidak mampu memenuhinya."(Amali Syeikh Thusi, jilid 2, hal 228).

Baca Yang lain

"teladanilah keluarga Rasulullah saw!

Sebaik-baik putri di dunia adalah Sayyidah Zahra as. Sebaik-baik putra di dunia dan sebaik-baik menantu adalah Amirul Mu'minin as. Lihatlah bagaimana mereka menikah?

Baca Yang lain

Ahlul Bait Milik Semua

Ahlul Bait Milik Semua Demikian pula para imam empat mazhab: Abu Hanifah, Malik bin Anas, Muhammad bin Idris al Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal. Mereka mencintai Ahlul Bait as. Diceritakan bahwa Abu Hanifah, karena kecintaannya kepada Ahlul Bait, telah mendermakan hartanya dalam jumlah yang banyak untuk mereka.

Baca Yang lain

Ahlul Bait Nabi Penjaga Ajaran Ilahi

Ahlul Bait Nabi Penjaga Ajaran Ilahi Meskipun kualitas ulama tidak sama dengan kualitas Nabi saw. dan Ahlul Bait a.s., dan bashirah mereka tidak setajam dan setepat bashirah yang dimiliki Nabi dan Ahlul Bait, tetapi mereka berada di atas rata-rata umat. Karena itu, umat yang awam diperintahkan untuk mengikuti dan mematuhi mereka, walaupun pendapat mereka mungkin tidak sesuai dengan pemikiran dan keinginan umat.

Baca Yang lain

Fatimah Maksumah as: Riwayat Hidup Singkat dan Kedudukan Istimewanya

Fatimah Maksumah as: Riwayat Hidup Singkat dan Kedudukan Istimewanya Fatimah Maksumah juga menukil hadis Nabi saw dengan beberapa perantara: “Ingatlah! Barangsiapa yang meninggal dunia di atas kecintaan keluarga Muhammad, ia meninggal sebagai syahid.”[8]     Beliau juga menukil dari beberapa perantara ucapan Fatimah Zahra: “Apakah kalian melupakan sabda Nabi saw pada hari Ghadir Khum ini: “Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya maka Ali adalah pemimpinnya,” dan sabda beliau kepada Ali: “Kedudukanmu di sisiku seperti kedudukan Harun di sisi Musa.”

Baca Yang lain

Mengenal Keutamaan Sayidah Maksumah

Mengenal Keutamaan Sayidah Maksumah Islam memandang gender bukan ukuran kemuliaan dan keutamaan manusia. Sebab, kemuliaan dan keutamaan ditentukan oleh keimanan, ilmu dan akhlaknya. Berbagai ayat al-Quran menjelaskan penolakan segala bentuk ukuran keutamaan manusia, kecuali ketakwaannya.

Baca Yang lain

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 3

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 3 Setelah mendapatkan wahyu pertama, Nabi Muhamad saw memulai perjuangannya dalam berdakwah dan menyeru orang-oarng untuk menyembah Allah Swt. Dengan kondisi masyarakat jahiliyah seperti itu yang penuh kebodohan dan khurafat, tentu mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan seperti itu sangatlah sulit. Berbagai tantangan dan rintangan mulai menghadang tugas suci Nabi Muhamad saw. Pada saat itu, Sayidah Khadijah as senantiasa mendampinginya dan mendukung dakwah suaminya dengan jiwa, raga dan hartanya.

Baca Yang lain

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 2

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 2 Artikel ini lanjutan dari bagian pertama mengenai “Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw” oleh Euis Daryati, Lc. MA. dengan subtema; Nasab dan Kemuliaan Sayidah Khadijah as, Pembela Kaum Lemah, Kekayaan Sayidah Khadijah as, Status Sayidah Khadijah Sebelum Menikah dengan Nabi Muhammad saw dan Perkenalan Sayidah Khadijah dengan Nabi Muhammad saw sebagai berikut;

Baca Yang lain

Mengenal Kepribadian Mulia Sayidah Khadijah

Mengenal Kepribadian Mulia Sayidah Khadijah Hari kesepuluh Ramadhan bertepatan dengan peringatan wafatnya seorang wanita terbaik yang berperan penting mendampingi Rasulullah Saw dalam perjuangannya menyampaikan risalah Ilahi.

Baca Yang lain

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 1

Sayidah Khadijah, Istri Tercinta dan Cinta Sejati Rasulullah saw Bag 1 Rasulullah saw bersabda, “Empat wanita penghuni surga terbaik ialah; Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhamad, Maryam binti Imron, dan Asiyah binti Muzahim, istri Fir,aun.”

Baca Yang lain