Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Rasulullah & Ahlulbait

Pesan-pesan Khutbah Sayyidah Zainab

Pesan-pesan Khutbah Sayyidah Zainab

Zainab juga memberikan pelajaran yang sangat penting sampai akhir hayat. Ia jelaskan bahwa azab Allah itu bersifat abadi dan segala sesuatu yang ada di dunia ini akan ditinggalkan dan apabila mereka tidak mau bertaubat dan memperbaiki tingkah laku mereka, maka akan menemui kehidupan yang pahit di dunia, dan terlebih lagi di akherat.

Baca Yang lain

Peran Sayyidah Zainab di Karbala: Pembelaannya terhadap Imam Zamannya

Peran Sayyidah Zainab di Karbala: Pembelaannya terhadap Imam Zamannya Walaupun keadaan Zainab sendiri tidak berada dalam kondisi yang baik dan di tengah-tengah penderitaan luar biasa akibat syahidnya orang-orang terdekat yang ia cintai, Zainab  juga merawat saudaranya dengan sebaik-baiknya yang ketika itu sedang menderita sakit.

Baca Yang lain

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ummul Banin Sa (bagian2)

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ummul Banin Sa (bagian2) Di rumah Imam Ali as Ummul Banin menganggap dirinya sebagai hamba sahaya bagi anak-anak sayidah Fatimah sa. Dengan rendah hati ia tinggal dan berkhidmat di rumah Imam Ali as. Di keluarga tersebut ia kemudian juga melahirkan beberapa anak. Ia terinspirasi sayidah Fatimah sa dalam mendidik anak-anaknya. Didikannya berhasil menjadikan anak-anaknya sangat patuh dan menghormati anak-anak sayidah Fatimah sa.

Baca Yang lain

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ummul Banin Sa(bagian1)

Pelajaran yang Dapat Dipetik dari Ummul Banin Sa(bagian1) Sejak masa jahiliyah hingga munculnya Islam, masyarakat umum memandang bahwa perempuan adalah kaum yang rendah.[i] Namun Islam mematahkan hal tersebut dan menganugerahkan kedudukan sejati kepada perempuan. Pandangan Rasulullah saw tentang perempuan dan penjelasan beliau terkait kedudukannya di masyarakat sangat berbeda dengan seluruh pandangan saat itu. Hal itu karena pandangan Rasulullah saw adalah pandangan Allah swt yang diwahyukan kepadanya. Dengannya beliau membangun masyarakat modern.

Baca Yang lain

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian2)

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian2) Zainab adalah teladan dan panutan kaum wanita di Karbala. Ibu Wahab seorang Nasrani atau istri Zuhair, meski hanya berada di balik medan perang, namun dengan jiwa rasional dan motifasi syahadah yang mereka bangkitkan menunjukkan bahwa sirkuit pendidikan Zainab dalam peristiwa Asyura telah memberikan pengaruh yang kuat terhadap mereka.

Baca Yang lain

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian1)

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian1) Zainab dilahirkan pada 5 Jumadil Ula tahun ke-5 H di Madinah dari pasangan Ali dan Fatimah as. Kelahirannya diperingati di Iran sebagai hari perawat. Namanya langsung diberikan oleh Nabi saw yang disampaikan oleh Jibril dari Allah swt kepada beliau. Zainab adalah gabungan dari dua kata ‘Zain’ (hiasan) dan ‘Ab’ (ayah). Zainab banyak memiliki laqab atau gelar, seperti Aqilah Bani Hasyim, Muwatstsaqah, Arifah, Alimah, Muhaddatsah, Fadhilah, Kamilah, Abidah keluarga Ali dan lain-lain.

Baca Yang lain

Zainab, Perempuan Pembela Kebenaran(2)

Zainab, Perempuan Pembela Kebenaran(2) Wanita agung ini memberikan pelajaran bagaimana menghadapi kelaliman kapada umat manusia sepanjang sejarah. Seorang perempuan dalam kondisi yang sangat sulit sekalipun mampu menampakkan cahayanya menerangi masyarakat di bidang politik dan sosial yang berada dalam kegelapan.

Baca Yang lain

Zainab, Perempuan Pembela Kebenaran(1)

Zainab, Perempuan Pembela Kebenaran(1) Kemudian, Sayidah Zainab mengakhiri pidatonya dengan bersyukur kepada Allah swt. Beliau berkata, "Kini, aku menyampaikan rasa syukur kepada Allah swt yang memulai kehidupan Ahlul Bait dengan syahadat dan ampunan, serta mengakhiri dengan syahadat dan ampunan serta rahmat ilahi. Tuhanku, tambahkanlah pahala bagi syuhada kami dan nasib kami berada di tangan-Mu."

Baca Yang lain

Keutamaan dan Kemuliaan Sayidah Maksumah

Keutamaan dan Kemuliaan Sayidah Maksumah Sayidah Maksumah memiliki beberapa sebutan mulia seperti, Shadiqah, karena dikenal sebagai seorang yang terpercaya. Selain itu ia dipanggil dengan nama mulia seperti Karimah Ahlul Bait dan Thahirah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Shadiq as. Selain itu, ia juga dijuluki Muhaddatsah yang berarti perawi hadis.

Baca Yang lain

Zainab Saksi Mata Karbala

Zainab Saksi Mata Karbala Dan hari itu telah tiba. 10 Muharram 61 Hijriyah. Musibah terbesar dalam sejarah umat manusia.

Baca Yang lain

Peran Kaum Wanita pada Pra Tragedi Asyuro, Ketika Asyuro, dan Pasca Tragedi Asyuro(2)

Peran Kaum Wanita pada Pra Tragedi Asyuro, Ketika Asyuro, dan Pasca Tragedi Asyuro(2) Persiapan ini menjadi bekal juga bagi para srikandi Karbala setelah kejadian Karbala, menjadi pembawa tongkat estafet menduniakan apa-apa yang terjadi di Karbala, yang terjadi pada Imam Zaman waktu itu kepada siapapun dan dimanapun. Hingga akhirnya asyuro bisa sampai kepada kita, Islam menjadi tetap terjaga.

Baca Yang lain

Peran Kaum Wanita pada Pra Tragedi Asyuro, Ketika Asyuro, dan Pasca Tragedi Asyuro(1)

Peran Kaum Wanita pada Pra Tragedi Asyuro, Ketika Asyuro, dan Pasca Tragedi Asyuro(1) Megatragedi Asyuro adalah tragedi yang secara gamblang telah sukses menjaga agama Muhammadi hingga akhir zaman. Kesuksesan yang nantinya akan dituntaskan dengan keberadaan shahibul asri wa zaman Imam Mahdi Afj. Menjadi utuh sempurna sebagaimana seharusnya.

Baca Yang lain

Mengenang Sayidah Ruqayyah Binti Husein as(2)

Mengenang Sayidah Ruqayyah Binti Husein as(2) Suara tangisan dan rintihan Sayidah Ruqayyah yang baru berusia tiga tahun atas kehilangan ayahnya (Imam Husein as), membuat rombongan tawanan Karbala menangis tersedu-sedu di sebuah penjara kumuh di Syam.

Baca Yang lain

Mengenang Sayidah Ruqayyah Binti Husein as(1)

Mengenang Sayidah Ruqayyah Binti Husein as(1) Suara tangisan dan rintihan Sayidah Ruqayyah yang baru berusia tiga tahun atas kehilangan ayahnya (Imam Husein as), membuat rombongan tawanan Karbala menangis tersedu-sedu di sebuah penjara kumuh di Syam.

Baca Yang lain

Ruqoyyah, Balita Alhusain Di Karbala

Ruqoyyah, Balita Alhusain Di Karbala Syimir menjawabnya dengan tamparan keras di wajah suci cucu nabi ini seraya berteriak, “Ayahmu sudah mati !” Bisakah kita membayangkan balita kecil tanpa dosa ditampar oleh pembunuh ayahnya dengan membawa kabar kematian sang ayah?

Baca Yang lain

Ahlul Bait adalah Cahaya Petunjuk

Ahlul Bait adalah Cahaya Petunjuk Satu-satunya cara agar terhindar dari malapetaka itu adalah dengan tetap berada dalam pancaran cahaya Ahlul Bait a.s. dan berada di atas bahtera mereka. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW, mereka adalah pelita kebenaran dan bahtera keselamatan (Misbâh al Hudâ wa Safînah al Najât).

Baca Yang lain

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab Mubahalah adalah saling melaknat atau saling mendoakan agar laknat Allah Swt ditimpakan kepada kaum zalim dan mereka yang berdusta tentang kebenaran.

Baca Yang lain

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab(1)

Dialog Damai Islam dengan Ahlul Kitab(1) Hari Mubahalah jatuh pada tanggal 24 bulan Dzulhijjah dan pada hari itu, Rasulullah Saw menawarkan mubahalah kepada Nasrani Najran yang menolak kebenaran dan mereka pun menerima tantangan ini.

Baca Yang lain

Mengapa Rasulullah Saw tidak menulis surat wasiat setelah kejadian “Raziyatul Khams”?

Mengapa Rasulullah Saw tidak menulis surat wasiat setelah kejadian “Raziyatul Khams”? Berdasarkan hal tersebut, penisbatan “mengigau” terhadap Nabi Saw pada hakikatnya telah mempemasalahkan legitimasi perkataan dan perbuatan Nabi Saw, bahkan mempertanyakan kemakshuman Nabi Saw sendiri. Sehingga sekalipun Nabi Saw tetap menuliskan “sumber/piagam persatuan umat” (surat wasiyat) ini tidak akan pernah memiliki dampak apapun.

Baca Yang lain

Ternyata Wajar Ghadir Khum Dilupakan

Ternyata Wajar Ghadir Khum Dilupakan Jelas di sini, sebelum pergi untuk mengajak bermain Nabi Yusuf as, mereka sudah berjanji akan memenuhi kebaikan dan menjaga Yusuf as. Akan tetapi, esok harinya sudah dilupakan dan dilanggar. Yusuf as harus terpisah dari ayahnya, dibuang ke sumur oleh mereka. Peristiwa ini tentunya lebih dahsyat dan lebih sulit dibayangkan kebenarannya dari terlupakannya peristiwa Ghadir dilihat dari beberapa poin berikut ini:

Baca Yang lain