Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Kazhim as

Al-Quran dalam Kehidupan Imam Musa Al-Kazhim

Al-Quran dalam Kehidupan Imam Musa Al-Kazhim

Imam Kazhim dikenal sebagai ‘Abdu al-Saleh’ karena kezuhudan yang besar dan ibadah yang banyak, ia disebut Kazhim karena mampu meredam amarah dan memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi cobaan. Di malam hari, ia mendatangi gang-gang di Madinah untuk membagikan makanan kepada fakir-miskin. Di ruang shalat Imam Kazhim hanya terdapat sepotong baju dari kain yang kasar, al-Quran, dan pedang.

Baca Yang lain

Belajar Kesabaran dari Imam Musa al-Kadhim as

Belajar Kesabaran dari Imam Musa al-Kadhim as Imam Musa bin Ja'far a.s. yang dikenal dengan julukan al-Kadhim, babul hawaa`ij (pintu terkabulnya hajat) dan hamba yang saleh dilahirkan di Abwa`, sebuah desa yang terletak di antara Makkah dan Madinah serta menurut salah satu riwayat beliau dilahirkan pada 20 Dzulhijjah 128 H. Ibunya bernama Hamidah.

Baca Yang lain

Perjuangan Imam Musa as Membimbing Umat

Perjuangan Imam Musa as Membimbing Umat Penjara terakhir tempat mengurung Imam Kazim dijaga oleh seorang sipir berhati batu yaitu Sandy bin Syahik. Disebutkan bahwa Harun al-Rasyid sangat terganggu atas hubungan umat Syiah dengan Imam Kazim dan juga karena ketakutan bahwa keyakinan Syiah pada imamah, akan melemahkan pemerintahannya. Syeikh Mufid berkata, "Atas perintah Harun al-Rasyid, Sandy meracuni Imam Musa al-Kazim as dan tiga hari setelah itu ia gugur syahid.” Kesyahidannya bertepatan dengan 25 Rajab 183/799 H di kota Baghdad, Irak.

Baca Yang lain

Kekuatan Hujjah Imam Musa Al-Kazhim a.s. di Hadapan Khalifah Harun Ar-Rasyid

Kekuatan Hujjah Imam Musa Al-Kazhim a.s. di Hadapan Khalifah Harun Ar-Rasyid “Sampaikanlah kepadaku keutamaan yang kita terima. Kami dan kalian berasal dari satu pohon yang sama sebagai putra-putra Abdul Muthalib. Aku dan kamu adalah sama. Aku putra Abbas, dan kamu putra Abu Thalib. Keduanya adalah paman Rasulullah. Kerabat mereka berdua kedudukannya sama.”

Baca Yang lain

Perjuangan Imam al-Kazim Membimbing Umat

Perjuangan Imam al-Kazim Membimbing Umat Penjara terakhir tempat mengurung Imam Kazim dijaga oleh seorang sipir berhati batu yaitu Sandy bin Syahik. Disebutkan bahwa Harun al-Rasyid sangat terganggu atas hubungan umat Syiah dengan Imam Kazim dan juga karena ketakutan bahwa keyakinan Syiah pada imamah, akan melemahkan pemerintahannya.

Baca Yang lain

Imam Musa Al-Kazhim as. di Mata Al-Makmun dan Harun ar-Rasyid

Imam Musa Al-Kazhim as. di Mata Al-Makmun dan Harun ar-Rasyid Harun berkata, “Aku hanyalah seorang pemimpin yang berkuasa atas rakyat. Sedangkan Musa bin Ja’far adalah imam kebenaran. Demi Allah, wahai putraku! Sesungguhnya dia lah yang lebih berhak atas posisiku (sebagai khalifah) ini daripada diriku dan seluruh manusia. Demi Allah, jika kamu membantahku dalam perkara ini, niscaya aku rampas semua yang ada padamu! Karena sesungguhnya kerajaan itu mandul!”  

Baca Yang lain

Imam Musa al-Kazhim, Teladan Pencari Kebenaran(2)

Imam Musa al-Kazhim, Teladan Pencari Kebenaran(2) Imam Musa bin Ja'far a.s. yang dikenal dengan julukan Al-Kazhim, babul hawaa`ij (pintu terkabulnya hajat) dan hamba yang saleh dilahirkan di Abwa`, sebuah desa yang terletak di antara Makkah dan Madinah serta menurut salah satu riwayat beliau dilahirkan pada 20 Dzulhijjah 128 H. Ibunya bernama Hamidah.

Baca Yang lain

Imam Musa al-Kazhim, Teladan Pencari Kebenaran(1)

Imam Musa al-Kazhim, Teladan Pencari Kebenaran(1) Imam Musa bin Ja'far a.s. yang dikenal dengan julukan Al-Kazhim, babul hawaa`ij (pintu terkabulnya hajat) dan hamba yang saleh dilahirkan di Abwa`, sebuah desa yang terletak di antara Makkah dan Madinah serta menurut salah satu riwayat beliau dilahirkan pada 20 Dzulhijjah 128 H. Ibunya bernama Hamidah.

Baca Yang lain

Kisah Hikmah Hidayah dari Sang Kadzim

Kisah Hikmah Hidayah dari Sang Kadzim Bishr terguncang dengan kata-kata itu. Dia bergegas keluar rumah untuk mengejar Imam Musa al-Kazhim sampai lupa memakai sandal. Dia berkata, "Wahai tuanku! Ulangilah padaku apa yang kau katakan kepada perempuan ini."

Baca Yang lain

Perjuangan Imam al-Kazim Membimbing Umat

Perjuangan Imam al-Kazim Membimbing Umat Imam Musa bin Jakfar al-Kazim as dilahirkan di tengah keluarga mukmin dan taat beragama. Ia adalah putra dari Imam Jakfar Shadiq bin Muhammad bin Ali bin Hesein bin Ali bin Abi Thalib, dan ibunya bernama Hamidah Khatun.

Baca Yang lain

Kehidupan Qur’ani Imam Musa al-Kazhim

Kehidupan Qur’ani Imam Musa al-Kazhim Pada suatu hari, Imam Musa al-Kazhim as melintasi gang tempat kediaman Bishr bin Harits al-Hafi. Saat itu seorang pembantu wanita keluar dari rumah tersebut untuk membuang sampah dari sisa acara pesta. Imam Kazhim kemudian bertanya kepada pembantu itu, "Apakah pemilik rumah ini orang bebas (merdeka) atau budak?" Dia menjawab, "Tentu saja dia orang bebas!" Imam lalu berkata, "Engkau benar, karena jika dia adalah seorang hamba, dia akan takut kepada Tuannya dan beramal sesuai tuntutan penghambaan."

Baca Yang lain

Salam atas Syahadah Imam Musa Al-Kadzim as

Salam atas Syahadah Imam Musa Al-Kadzim as Imam Musa Al-Kadzim as hidup dalam zaman yg paling kritis dibawah raja2 zalim dr dinasti Abbasiyah. Imam as hidup di zaman raja Al-Manshur, Al-Mahdi, Al-Hadi dan Harun Al-Rasyid.

Baca Yang lain

Kabar Tentang Masa Depan(2)

Kabar Tentang Masa Depan(2) Ishaq bin Ammar mengatakan, “Saya berada bersama Imam Kazhim as. Beliau memberitahukan tentang kematian seseorang kepada orangnya sendiri.

Baca Yang lain

Kabar Tentang Masa Depan(1)

Kabar Tentang Masa Depan(1) Abu Khalid mengatakan, “Mahdi Abbasi [Khalifah Abbasiyah yang ketiga] memerintahkan untuk menangkap Imam Kazhim as. Para petugasnya membawa beliau dari Madinah menuju Bagdad menemui Mahdi Abbasi. Di jalan saya berbicara dengan beliau. Beliau berkata kepada saya, “Mengapa engkau bersedih?”

Baca Yang lain

Sirah Kebudayaan Imam Musa Kazhim as(2)

Sirah Kebudayaan Imam Musa Kazhim as(2) Imam Musa Kazhim as dijuluki dengan Abdus Saleh atau Hamba Saleh, karena kezuhudan dan ibadahnya. Beliau juga dijuluki Kazhim karena kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan masa, karena Kazhim berarti orang yang meredam amarahnya. Imam Musa Kazhim as, gugur syahid pada tanggal 25 Rajab 183 Hijriah.

Baca Yang lain

Sirah Kebudayaan Imam Musa Kazhim as(1)

Sirah Kebudayaan Imam Musa Kazhim as(1) Imam Musa Kazhim as dijuluki dengan Abdus Saleh atau Hamba Saleh, karena kezuhudan dan ibadahnya. Beliau juga dijuluki Kazhim karena kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan masa, karena Kazhim berarti orang yang meredam amarahnya. Imam Musa Kazhim as, gugur syahid pada tanggal 25 Rajab 183 Hijriah.

Baca Yang lain

Sejarah Imam Musa: Kesabaran Versus Kesewenangan

Sejarah Imam Musa: Kesabaran Versus Kesewenangan Al-Kâzhim gelar khusus kemuliaan dari sejarah Islam untuk Imam Musa bin Ja’far, karena kesabarannya yang bijak mampu meredam marah terhadap orang-orang yang menentang dan memusuhinya.

Baca Yang lain

Imam Musa al-kazhim as, Kabar Tentang Masa Depan(2)

Imam Musa al-kazhim as, Kabar Tentang Masa Depan(2) Ishaq bin Ammar mengatakan, “Saya berada bersama Imam Kazhim as. Beliau memberitahukan tentang kematian seseorang kepada orangnya sendiri. Saya berkata kepada diri saya sendiri, “Memangnya Imam Kazhim tahu masing-masing dari pengikutnya kapan akan mati?”

Baca Yang lain

Imam Musa Kazhim as, Kabar Tentang Masa Depan(1)

Imam Musa Kazhim as, Kabar Tentang Masa Depan(1) Abu Khalid mengatakan, “Mahdi Abbasi [Khalifah Abbasiyah yang ketiga] memerintahkan untuk menangkap Imam Kazhim as. Para petugasnya membawa beliau dari Madinah menuju Bagdad menemui Mahdi Abbasi. Di jalan saya berbicara dengan beliau. Beliau berkata kepada saya, “Mengapa engkau bersedih?”

Baca Yang lain

Beberapa Kisah Sayidina Musa bin Jakfar as

Beberapa Kisah Sayidina Musa bin Jakfar as Imam Shadiq berkata, “Engkau adalah kapal dan anak ini adalah nahkoda kapal itu. Sebagaimana nahkoda kapal menyelamatkan dan mengarahkan kapal dari kesesatan dan ombak lautan yang keras menuju jalan yang lurus dan pantai, anak ini juga memiliki peran seperti ini di antara kalian.”

Baca Yang lain