Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Mahdi ajf

Falsafah Keghaiban Imam Zaman Afs

Falsafah Keghaiban Imam Zaman Afs

Di samping itu, terdapat kepercayaan bahwa meskipun beliau ghaib, namun beliau mengetahui perkataan dan perbuatan manusia. Pada dasarnya keghaiban Imam ditempuh dengan cara bahwa beliau hidup di tengah-tengah masyarakat, namun tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Imam memberikan pengaruh yang positif dalam mengajak manusia ke arah kebaikan dan menjauhkan dari kemaksiatan.

Baca Yang lain

Tolong Anda jelaskan tengan Masjid Jamkaran dan sebab pendiriannya

Tolong Anda jelaskan tengan Masjid Jamkaran dan sebab pendiriannya Syaikh ‘Afif Shaleh Hasan bin Mitslih Jamkarani berkata, “Pada malam Rabu 17 Ramadhan 393 S aku tidur di rumahku dan tiba-tiba sekelompok orang datang ke rumahku. Mereka membangunanku dan berkata, bangunlah dan penuhilah permintaan Imam Zaman Ajf lantaran beliau memintamu. Mereka membawaku ke tempat yang kini merupakan masjid Jamkaran. Imam Mahdi Ajf memanggil namaku dan bersabda, “Pergilah dan katakan kepada Hasan bin Muslim: Di sini adalah tanah mulia dan Allah Swt memilih dan memuliakan tanah ini dari tanah-tanah yang lain.. kemudian beliau bersabda: “Katakanlah kepada masyarakat supaya memuliakan dan mengagungkan tanah tersebut.”

Baca Yang lain

Matan Hadits Penghancuran Ka’bah dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim

Matan Hadits Penghancuran Ka’bah dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim Atas dasar ini, jika Imam Mahdi As dengan kondisi yang sudah memungkinkan, melakukan penghancuran untuk kemudian memperbaikinya serta menempatkannya sesuai dengan posisi semestinya, pada dasarnya beliau hanya merealisasikan keinginan kakek beliau yang belum terejawantahkan. Bahkan dapat kita lihat pada hadits Bukhari di atas bahwa Abdullah bin Zubair juga pernah menghancurkan Ka’bah dengan alasan keinginan Nabi yang telah disebutkan.

Baca Yang lain

Kajian Riwayat Penghancuran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh Imam Mahdi As Secara Matan

Kajian Riwayat Penghancuran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi oleh Imam Mahdi As Secara Matan Terlepas dari itu semua, jika memang yang demikan itu benar adanya, maka tidak salah jika nantinya Imam Mahdi As akan merubah dan mengembalikan masjid-masjid atau tempat suci lainnya seperti Ka’bah ke bentuk yang semestinya atau ke bentuk aslinya. Yang menjadi aneh adalah ketika mereka mengkritik Syiah dengan riwayat-riwayat yang lemah nan cacat secara sanad yang bersumber dari beberapa kitab Syiah, namun mereka tidak melihat bahwa riwayat yang serupa terekam jelas ada dalam kitab-kitab mereka yang Shahih.

Baca Yang lain

Apakah Riwayat yang Menyatakan Imam Mahdi Akan Menghancurkan Ka’bah, Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi Sahih Secara Sanad?

Apakah Riwayat yang Menyatakan Imam Mahdi Akan Menghancurkan Ka’bah, Masjid Al-Haram dan Masjid Nabawi Sahih Secara Sanad? “Najasyi berkata: Ali bin Abi Hamzah ……. Ia meriwayatkan hadits dari Abu al-Hasan Musa dan Abu Abdillah As, kemudian ia berakidah Waqifi dan merupakan salah seorang pendukung golongan Waqifiah (golongan yang hanya meyakini sampai Imam Musa al-Kadzim).

Baca Yang lain

Pribadi-pribadi yang Berusia 500 Tahun Lebih

Pribadi-pribadi yang Berusia 500 Tahun Lebih Itulah sekiranya tiga pribadi yang telah mengalami umur panjang. Uraian diatas juga menambah daftar orang-orang yang berusia ratusan bahkan ribuan tahun, sehingga kita bisa menilai bahwa memiliki umur yang panjang bukanlah hal yang mustahil.

Baca Yang lain

Kitab al-Muammarun Wa al-Washaya dan Para Pemilik Umur Panjang

Kitab al-Muammarun Wa al-Washaya dan Para Pemilik Umur Panjang Beberapa catatan di atas kiranya dapat menambah data sejarah kita tentang sosok-sosok yang memiliki umur panjang. Dengan begitu kita tidak lagi melihat bahwa memiliki umur panjang sebagai suatu hal yang tidak memiliki dasar baik menurut sains maupun sejarah. Sebab kitab suci umat Islam dan literatur sejarah memiliki data tentang itu.

Baca Yang lain

Kemungkinan Usia Panjang Manusia menurut Penelitian Ilmiah

Kemungkinan Usia Panjang Manusia menurut Penelitian Ilmiah Di dalam tulisan sebelumnya, kami telah mengulas seputar syubhat plus jawabannya tentang kemustahilan usia panjang Imam Mahdi. Di dalam tulisan tersebut, kami telah menjawabnya, baik menurut dalil aqli (rasional) maupun naqli (tekstual).

Baca Yang lain

Muhammad Baqir Shadr dan Ja’far Subhani: Sains tidak Melihat Umur Panjang Sebagai Hal yang Mustahil

Muhammad Baqir Shadr dan Ja’far Subhani: Sains tidak Melihat Umur Panjang Sebagai Hal yang Mustahil “Selain itu, apa yang telah dibuktikan dalam ilmu eksperimental; bahwa jika seseorang mematuhi aturan kesehatan, adalah mungkin baginya untuk memiliki umur panjang. Dan lebih cepatnya kematian manusia bukan dikarenakan tidak adanya faktor untuk memiliki umur panjang, tetapi lebih pada adanya hambatan yang menghalangi kelangsungan hidup. Dan jika seseorang dapat dijaga dengan obat-obatan dan perawatan khusus, hidupnya akan panjang selama yang dia inginkan."

Baca Yang lain

Nasr bin Duhman dan Syarikh binti Yasir Mengalami Umur Panjang Hingga 200 Tahun Lebih

Nasr bin Duhman dan Syarikh binti Yasir Mengalami Umur Panjang Hingga 200 Tahun Lebih Itulah sedikitnya dua orang yang memiliki umur panjang melewati 120 tahun. Bahkan sesuatu yang menakjubkan disebut disitu bahwa cucu Nabi Yaqub As yang bernama Syarikh menjadi kembali muda ketika melewati usia 70 tahun.

Baca Yang lain

Umur Panjang dalam Pandangan Fakhrurrazi dan Ibnu Arabi

Umur Panjang dalam Pandangan Fakhrurrazi dan Ibnu Arabi …sesungguhnya manusia hanya mengetahui tentang alam seperti pergerakan perkembangan langit dan tujuh planet dari apa yang nampak pada mereka, dan sesuai dengan hukum ini, mereka menjadikan umur normal/alami (manusia) 120 tahun. Oleh karena itu jika seseorang hidup lebih dari 120 tahun, dia masuk pada usia yang tidak diketahui, meskipun hal ini normal dan tidak keluar dari itu. Akan tetapi bukanlah kemampuan pengetahuannya yang menentukan waktu khusus, sebagaimana jika seseorang hidup satu tahun atau lebih dari umur normal, maka mungkin ia bisa hidup selama ribuan tahun dan mungkin juga selamanya, meskipun waktu dunia ini telah ditentukan dan setiap yang memiliki jiwa pasti merasakan kematian…

Baca Yang lain

Kitab Al-Kafi dan Kamal Al-Din Memuat Riwayat Orang-Orang Yang Bertemu Dengan Imam Mahdi As

Kitab Al-Kafi dan Kamal Al-Din Memuat Riwayat Orang-Orang Yang Bertemu Dengan Imam Mahdi As Di dalam hadits ini juga disampaikan bahwa Thuraif Abu Nashr pernah menemui Imam Mahdi As. Berdasarkan kedua hadits ini dan hadits yang telah disebutkan pada seri sebelumnya dapat dipahami bahwa ternyata ada banyak golongan yang pernah bertemu langsung dengan Imam Mahdi As.

Baca Yang lain

Mengungkap Nasab Hakimah dan Menjawab Syubhat Al-Qaffari

Mengungkap Nasab Hakimah dan Menjawab Syubhat Al-Qaffari Jika menurut Qaffari ketidakmaksuman Hakimah tak bisa dijadikan tolok ukur untuk bersaksi atas kelahiran Imam Mahdi, maka dengan melihat rentetan keutamaan yang dimilikinya, apakah tak cukup menjadikannya sebagai saksi? Apalagi, toh tak harus maksum untuk menjadi seorang saksi.

Baca Yang lain

Riwayat tentang Para Sahabat Imam Hasan Askari As yang Melihat Imam Mahdi As Secara Langsung

Riwayat tentang Para Sahabat Imam Hasan Askari As yang Melihat Imam Mahdi As Secara Langsung Dua riwayat diatas menunjukkan bahwa orang-orang yang bersaksi atas keberadaan Imam Mahdi As tidaklah sedikit, tidak hanya Hakimah saja sebagaimana yang diutarakan oleh Al-Qaffari. Banyak dari sahabat Imam Hasan Askari As yang dengan mata kepala mereka sendiri melihat secara langsung sosok sang juru selamat, Imam terakhir yang dinanti kehadirannya hingga saat ini.

Baca Yang lain

Pernyataan Al-Qaffari Keliru; Ternyata Saksi Kelahiran Imam Mahdi As Bukan Hanya Hakimah

Pernyataan Al-Qaffari Keliru; Ternyata Saksi Kelahiran Imam Mahdi As Bukan Hanya Hakimah Beberapa riwayat yang diabadikan oleh Syaikh al-Thaifah al-Thusi dan Syaikh Shaduq ini dengan sendirinya telah membantah syubhat yang disampaikan oleh al-Qaffari. Karena ternyata yang menjadi saksi kelahiran Imam Mahdi As bukan hanya Hakimah. Tetapi, selain beliau ada juga pembantu, budak wanita dan dukun beranak yang menjadi saksi kelahiran tersebut.

Baca Yang lain

Bantahan atas Syubhat Al-Qaffari tentang Prinsip Dasar Keyakinan Mahdawiyah dalam Mazhab Syiah

Bantahan atas Syubhat Al-Qaffari tentang Prinsip Dasar Keyakinan Mahdawiyah dalam Mazhab Syiah Banyak riwayat shahih nan mutawatir dari Syiah dan sebagian kelompok Ahlussunnah yang mengabarkan bahwa Rasulullah Saw telah menjanjikan kehadiran Imam Mahdi As dan beliau adalah putra dari Imam Hasan Askari. Adapun siapa nama ibunya, itu tidaklah penting, bahkan jikalau kabar peristiwa kelahiran dari ibunda Narjis (ibu Imam Mahdi) tidak diterima, keberadaan Imam Mahdi As bukanlah sesuatu yang harus dipertanyakan, sebab bisa saja Imam Mahdi As lahir dari istri Imam Askari yang lainnya. Untuk itu, yang terpenting dalam menentukan sosok pribadi (seperti Imam) dalam aqidah Syiah ialah ayahnya, bukan ibunya.

Baca Yang lain

Bantahan Singkat Atas Syubhat Al-Qaffari Seputar Saksi Kelahiran Imam Mahdi As

Bantahan Singkat Atas Syubhat Al-Qaffari Seputar Saksi Kelahiran Imam Mahdi As Pernyataan Ibn Qayyim al-Jauziayah di atas membuktikan bahwa kesaksian seorang perempuan dalam hal-hal yang hanya dapat disaksikan oleh perempuan termasuk dalam hal ini kelahiran seseorang, dapat diterima dari seorang perempuan yang adil, sekalipun tidak maksum.  

Baca Yang lain

Kritik Ibn Taimiyah Soal Usia Panjang Imam Mahdi dan Jawabannya

Kritik Ibn Taimiyah Soal Usia Panjang Imam Mahdi dan Jawabannya “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan) dan tidak ada seorang pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam kitab (lauh mahfuzh). Sesungguhnya yang kemudian itu bagi Allah adalah mudah.”  (QS. Fatir: 11).

Baca Yang lain

Riwayat-riwayat Seputar Peristiwa Menjelang Kemunculan Imam Mahdi dalam Kitab Al-Ghaibah Syaikh Tusi

Riwayat-riwayat Seputar Peristiwa Menjelang Kemunculan Imam Mahdi dalam Kitab Al-Ghaibah Syaikh Tusi “al-Fadhl, dari Ahmad bin Muhammad bin Abi Nashr, dari Abu al-Hasan al-Ridha As, ia bersabda: sesunnguhnya sebagian dari tanda-tanda kemunculan (Imam Mahdi) adalah terjadinya satu peristiwa di antara dua haram (Makkah dan Madinah). Aku bertanya: peristiwa apa itu? Beliau menjawab: fanatisme golongan terjadi diantara dua haram (Makkah dan Madinah). Keturunan fulan akan membunuh lima belas pemuda pemberani dari keturunan fulan

Baca Yang lain

Riwayat Tentang Peristiwa dan Ciri-ciri Sebelum Kemunculan Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin dan Al-Ghaibah

Riwayat Tentang Peristiwa dan Ciri-ciri Sebelum Kemunculan Imam Mahdi As dalam Kitab Kamaluddin dan Al-Ghaibah …dari Abu Hamzah At-Tsumali ia berkata, aku berkata pada Abu Abdillah As (Imam Shadiq): Sesungguhnya Abu Ja’far As (Imam Baqir) pernah mengatakan bahwa munculnya Sufyani termasuk suatu perkara yang dipastikan. Imam Shadiq berkata padaku: Ya. Dan pertikaian diantara putra-putra Bani Abbas juga sesuatu yang dipastikan, terbunuhnya Nafsu Az-Zakiyah termasuk sesuatu yang dipastikan, juga munculnya Al-Qaim (Imam Mahdi) termasuk sesuatu yang dipastikan. Lalu aku berkata padanya: bagaimana seruan itu akan terjadi? Imam berkata: sang penyeru dari langit akan menyeru di awal-awal siang bahwa sesungguhnya kebenaran ada pada Ali dan pengikutnya, lalu Iblis La’anahullahu akan menyeru di waktu akhir siang bahwa kebenaran ada pada Sufyani dan pengikutnya, mereka yang berbuat kebatilan akan tertipu oleh seruan itu.

Baca Yang lain