Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Imam Mahdi ajf

Mahdawiyah dalam Al-Quran

Mahdawiyah dalam Al-Quran

…Diriwayatkan dari Al-‘ayasyi yang bersumber dari Ali bin al-Husain As, bahwasannya ia membaca ayat tersebut, dan ia berkata, Demi Allah mereka yang dimaksud adalah Syiah kami, dan itu akan terealisasi berkat seorang laki-laki dari kami, Dia adalah Mahdi umat ini. Dialah yang Rasulullah Saw bersabda, jika usia dunia sudah tidak tersisa lagi kecuali satu hari, Allah SWT akan memanjangkan hari tersebut sampai seseorang dari keluarga ku muncul, namanya seperti namaku, dia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana telah dipenuhi oleh kezaliman.

Baca Yang lain

Sederet Poin Penting Terkait Mahdawiyah (Bagian 2)

Sederet Poin Penting Terkait Mahdawiyah (Bagian 2) Di tengah keghaiban Imam Mahdi, ada beberapa budaya yang perlu ditanamkan di dalam diri seorang penanti. Pertama, menjelaskan pentingnya makna dari penantian. Penantian berarti menyiapkan diri untuk menyambut kemunculan Imam Zaman. Bukan hanya menyiapkan diri, lebih dari itu, sudah selazimnya bagi seorang penanti menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan kemunculan Imam Mahdi. Kedua, mengenal bahaya dan musuh. Iya, di masa keghaibannya, sudah selayakanya bagi penanti untuk mengenal dan mencegah segala hal yang dapat menyelewengkan konsep mahdawiyah dengan beragam cara, seperti aliran-aliran yang mengaku Imam Mahdi, seperti Ahmad Hasan al-Bashri dan yang lainnya.

Baca Yang lain

Sederet Poin Penting Terkait Mahdawiyah (Bagian 1)

Sederet Poin Penting Terkait Mahdawiyah (Bagian 1) Dari ayat dan hadis di atas, sejatinya seorang Muslim ditekankan untuk mengenal imam mereka  yang notabene sebagai kepanjangan tangan para nabi. Karena, bagaimanapun, di tangan merekalah kompas kebenaran ini digenggam. Sebagai manusia yang penuh keterbatasan, tiada cara lain untuk meraih kesempurnaan selain dengan patuh dan taat kepada mereka, di mana bagi keyakinan Syiah, di tangan Imam Mahdilah kompas kebenaran itu berada.

Baca Yang lain

Injil Beritakan Kemunculan Juru Selamat Akhir Zaman

Injil Beritakan Kemunculan Juru Selamat Akhir Zaman Dari berbagai pesan-pesan Injil di atas dapat dipahami bahwa agama Kristen juga mengulas dan meyakini keberadaan sosok penyelamat akhir zaman dengan menyebutnya sebagai Anak Manusia. Keadaan dunia saat kemunculannya digambarkan sebagai dunia yang penuh guncangan dan jauh dari ketentraman serta ketenangan. Dan yang lebih krusial lagi, Injil berpesan kepada para pengikutnya untuk senntiasa memiliki persiapan untuk menyambut kedatangannya.

Baca Yang lain

Mukadimah Mengenal Mahdawiyah

Mukadimah Mengenal Mahdawiyah Al-Mahdi di dalam mazhab Syiah adalah imam yang kedua belas, dan yang terakhir dari rentetan para Imam. Ayahnya bernama Hasan Al-Askari, dan ibunya bernama Nargis Khatun. Ia lahir pada 15 Syakban 255 Qamariyah di Samira, Irak. Di dalam keyakinan Syiah, Imam Mahdi sudah lahir dan di masa sekarang masih dalam keghaiban, sedang menurut keyakinan Sunni Imam Mahdi belumlah lahir, dan akan lahir di akhir zaman.  

Baca Yang lain

Berita Gembira Imam Mahdi a.s. Kepada Salah Seorang Sahabat Beliau

Berita Gembira Imam Mahdi a.s. Kepada Salah Seorang Sahabat Beliau Aku menjadi bertambah bingung. Maka aku bertanya kepada Imam Hasan Askari a.s., “Siapakah tuan kecil ini yang mengetahui isi dalam benakku?” Imam Hasan Askari a.s. menjawab, “Dia adalah puteraku dan pengganti setelah aku.” Setelah beberapa waktu berlalu, terjadilah peristiwa sebagaimana yang beliau (Imam Mahdi, putera Imam Hasan Askari a.s.) sampaikan. Allah swt menjagaku dari kejahatan ‘Amr bin ‘Auf, karena Mu’tamad Abbasi telah mengutus saudaranya untuk membunuh ‘Amr bin ‘Auf.

Baca Yang lain

Kemunculan Al-Mahdi, Kemenangan Bagi Kaum Mustadhafin atas Mustakbarin

Kemunculan Al-Mahdi, Kemenangan Bagi Kaum Mustadhafin atas Mustakbarin Dari pesan Alquran dan hadis di atas, nyatalah bahwa revolusi ini berwatak universal dan demi agama Allah serta penerapan teraju keadilan Tuhan. Pemimpin revolusinya adalah Imam Mahdi al-Muntazhar a.s. dan para pendukungnya yang sejati dan amanah akan melakukan perjuangan, jihad yang absah dan adil, di jalan Allah.

Baca Yang lain

Bagaimana Kebangkitan Imam Mahdi Akan Terjadi?

Bagaimana Kebangkitan Imam Mahdi Akan Terjadi? Nabi saw bersabda: “Seandainya bumi tidak tinggal kecuali sehari, pasti Allah akan mengutus seorang lelaki yang namanya seperti namaku, akhlaknya seperti akhlakku, gelarnya Abu Abdillah dan orang-orang akan membaiatnya antara Rukun dan Maqam. Agama Allah akan dikembalikannya seperti semula dan dijadikan untuknya sejumlah penaklukan sampai tidak tinggal di atas permukaan bumi kecuali orang yang mengatakan La Ilaha Illa Allah.”

Baca Yang lain

Mukjizat Imam Mahdi ajf [Kisah Hikmah]

Mukjizat Imam Mahdi ajf [Kisah Hikmah] Ayah menjawab, “Seorang lelaki mendatangiku dan berkata, “Wahai ‘Athwah!” Ayah bertanya, “Siapakah Anda?” “Aku adalah imam putera-puteramu. Aku datang dengan izin Allah untuk menyembuhkanmu,” jawab lelaki itu. Ayah melanjutkan, “Kemudian ia mengusapkan tangannya ke kepalaku. Saat itu juga penyakitku langsung lenyap dan aku kembali sehat seperti semula.”

Baca Yang lain

Masyarakat Ideal di Masa Imam Mahdi af

Masyarakat Ideal di Masa Imam Mahdi af Dalam al-Quran dijanjikan bahwa setiap manusia yang beriman baik laki maupun perempuan, ketika melakukan amal saleh, maka Allah Swt akan mempersembahkan kehidupan bahagia dan layak. Dalam pemerintah Imam Mahdi as, kita akan menyaksikan kehidupan yang sehat. Ketidakamanan dan ketidaktenangan di dunia ini berubah menjadi kehidupan yang nyaman dan tenang. Membayangkan masa kemunculan Imam Mahdi dan pemerintahannya saja dapat menenteramkan hati manusia.

Baca Yang lain

Imam Mahdi yang Dijanjikan dan Kegaibannya Menurut Al-Quran (Bagian 2)

Imam Mahdi yang Dijanjikan dan Kegaibannya Menurut Al-Quran (Bagian 2) Dalam menjelaskan ayat ini, para ulama Ahlusunnah menyodorkan sejumlah jalur riwayat dalam kitab-kitab tafsir mereka bahwa ayat ini terkait dengan Imam Ali a.s. Sebut saja misalnya, al-Hakim al-Haskani dalam Syawāhid at-Tanzīl, bahwa ‘ilm al-kitab dimiliki Imam Ali a.s. dan para imam setelahnya.

Baca Yang lain

Imam Mahdi yang Dijanjikan dan Kegaibannya Menurut Al-Quran (Bagian 1)

Imam Mahdi yang Dijanjikan dan Kegaibannya Menurut Al-Quran (Bagian 1) Bagaimanakah kiranya ketiadaan wujud seseorang yang tampil dengan kriteria di atas pada masa kini sebagai imam, ataukah berarti masa kini kosong dari imam? Jawabnya, tentu tidak! Karena hal itu bertentangan dengan ayat 71 dan 72 surah al-Isrā’. Hanya ada satu pilihan, bahwa dia ada, gaib dan kelak bangkit sebagai kemestiannya sebagai hujah bagi penduduk masanya pada hari Kiamat.

Baca Yang lain

Arbain, Mukadimah Tegaknya Pemerintahan Imam Mahdi

Arbain, Mukadimah Tegaknya Pemerintahan Imam Mahdi Ayatullah Sayid Ali Khamenei terkait pawai Arbain mengatakan, “Fenomena luar biasa, dan tidak ada duanya, dan dalam beberapa tahun terakhir juga terjadi, yaitu pawai jalan kaki dari kota Najaf ke Karbala, atau bahkan beberapa orang berjalan kaki dari kota-kota yang lebih jauh, ke Karbala. Sebagian orang dari Basrah, sebagian dari perbatasan, sebagian dari kota lain, berjalan kaki, dan bergerak. Gerakan ini adalah gerakan cinta, dan iman. Kami pun turut menyaksikan gerakan ini dari kejauhan, dan kami merasa cemburu kepada orang-orang yang mendapatkan kesempatan ini, dan melakukan gerakan ini, Meski jauh kami tetap berbicara dengan mengingatmu, Tidak ada dimensi tempat tinggal dalam safar ruhani."

Baca Yang lain

Nilai "Penantian"

Nilai Dikatakan bahwa kita harus menanti. Penantian adalah harapan. Penantian berarti meyakini akan adanya masa depan yang pasti. Bukan sebatas kebutuhan. Penantian adalah membangun. Karenanya, dalam riwayat dan ajaran agama kita, penantian atas “Kemunculan Sang Juru Selamat” menempati posisi yang sangat penting, saya akan memberikan penjelasan terkait hal ini, nanti. Dalam tulisan-tulisan Imam Mahdi (Arwahuna Fidahu) kepada Ibnu Babawaih (Ali bin Babawaih) telah dinukil dari ucapan Nabi Muhammad Saw yang bersabda اَفضَلُ اَعمالِ اُمّتی انِتِظارُ الفَرَج yaitu “Amal terbaik umatku adalah menanti “kemunculan Imam Mahdi”, yaitu harapan.

Baca Yang lain

"Penantian", Ibadah Paling Utama

Dalam sebuah riwayat dari Imam Musa ibn Jakfar as disebutkan, "Ibadah paling utama setelah makrifat adalah menanti kemunculan [Imam Mahdi af]." Makrifat adalah Tauhid dan makrifat hakikat ilahi. Perbuatan terbaik setelahnya adalah menanti kemunculan (Imam Mahdi af).

Baca Yang lain

Makna "Penantian"

Makna Rahbar mengatakan, menanti (kemunculan Imam Mahdi af) tidak berarti duduk, berpangku tangan dan menatap. Menanti, lanjutnya, berarti bersiap, menanti berarti mengambil tindakan, dan bermakna bahwa manusia merasa ada konsekuensi yang bisa dicapai dan ia harus berusaha untuk mencapai tujuan itu.

Baca Yang lain

Dampak "Penantian"

Dampak Rahbar menuturkan, doa-doa yang telah diriwayatkan –sekarang kita di bulan suci Sya'ban dan kemudian di bulan suci Ramadhan– ada banyak doa, ada berbagai munajat dan berbicara dengan Allah SWT tanpa perantara sangat penting.  Atau berbicara dengan para Imam as yang merupakan satu alam wujud yang paling dekat dengan Allah SWT memberi manusia kemungkinan kepercayaan diri, kedamaian dan ketenteraman.

Baca Yang lain

Usaha Menciptakan Masyarakat Mahdavi

Usaha Menciptakan Masyarakat Mahdavi Ayatullah Khamenei menjelaskan, bulan Ramadan adalah bulan infak, bulan pengorbanan, dan bulan membantu orang-orang miskin. Alangkah baiknya apabila dilakukan sebuah gerakan besar di negara ini untuk membantu dan empati serta memberikan bantuan sembako kepada orang-orang fakir dan membutuhkan. Jika itu terjadi, kegiatan itu akan meninggalkan kenangan indah tahun ini di benak kita.

Baca Yang lain

"Penantian", Ibadah Paling Utama

Dalam sebuah riwayat dari Imam Musa ibn Jakfar as disebutkan, "Ibadah paling utama setelah makrifat adalah menanti kemunculan [Imam Mahdi af]." Makrifat adalah Tauhid dan makrifat hakikat ilahi. Perbuatan terbaik setelahnya adalah menanti kemunculan (Imam Mahdi af).

Baca Yang lain

Filsafat Keadilan: Konsepsi dan Nilai Kemanusiaan Universal(2)

Filsafat Keadilan: Konsepsi dan Nilai Kemanusiaan Universal(2) Dapat ditangkap bahwa ketaqwaan sebagai inti keberislaman seseorang memiliki di dalamnya indikator, yakni keadilan. Artinya tiada sampai seseorang pada derajat taqwa jika ia tak bersikap adil. Sementara berkeadilan meniscayakan pemahaman akan hak dan kewajiban. Artinya, makin mendalam seseorang mengenal dirinya sebagai manusia maka besar kemungkinan ia mengenal agama yang menitikberatkan pada nilai ketaqwaan. Dengan bersandingnya keadila dan ketaqwaan maka

Baca Yang lain