Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Keluarga & Masyarakat

Amar Makruf Nahi Munkar(3)

Amar Makruf Nahi Munkar(3)

Ada tiga tahapan dalam Amar Makruf Nahi Munkar:     Amar dan nahi yang bersifat kalbu;     Amar dan nahi yang bersifat lisan;     Amar dan nahi praktis.  

Baca Yang lain

Amar Makruf Nahi Munkar(2)

Amar Makruf Nahi Munkar(2) Amar makruf dan nahi munkar tidak terbatas hanya pada kelompok dan suku bangsa tertentu, melainkan meliputi seluruh kelompok dan suku bangsa yang telah memenuhi persyaratan, bahkan wajib atas para wanita dan anak untuk melakukan amar makruf – nahi munkar ketika menyaksikan ayah, ibu atau suami meninggalkan perbuatan yang terpuji (makruf) atau melakukan hal-hal yang haram, tentunya ketika seluruh syarat-syaratnya telah terpenuhi. (Ajwibah al-Istifta’at, no. 1069)

Baca Yang lain

Amar Makruf Nahi Munkar(1)

Amar Makruf Nahi Munkar(1) Yang dimaksud dengan amar makruf dan nahi munkar adalah mengajak masyarakat untuk melakukan kebaikan dan melarang mereka dari melakukan keburukan.

Baca Yang lain

Dahulukan Buah Sebelum Daging !

Dahulukan Buah Sebelum Daging ! Dengan memakan buah terlebih dahulu, ia akan menjadi pelumas yang membantu pencernaan dalam mencerna daging dan makanan yang kita konsumsi sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Dan rahasia ini telah dikabarkan oleh Al-Qur’an sejak 1400 tahun yang lalu.

Baca Yang lain

3 Pegangan Anti Stres

3 Pegangan Anti Stres Semakin tahun bumi semakin tua. Semakin lama kondisi semakin cepat berubah. Dunia semakain ramai oleh kedzoliman dan penindasan. Keadilan adalah barang yang asing dan semakin sulit untuk bertahan hidup. Masalah semakin kompleks. Kebutuhan hidup yang meningkat, sulitnya mencari pekerjaan, hasrat manusia yang ingin serba instan, kriminalitas yang tak terbendung membuat kita semakin tidak betah tinggal di dunia ini. Badai dunia tak kunjung reda menerpa kehidupan manusia.

Baca Yang lain

Syukur Kepada Manusia = Syukur Kepada Allah

Syukur Kepada Manusia = Syukur Kepada Allah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat Luqman, أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْك “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu.” (QS.Luqman:14) Rasulullah saw bersabda, لا يشكر اللَّه من لا يشكر الناس “Belum bersyukur kepada Allah siapa yang tidak bersyukur kepada manusia.”

Baca Yang lain

Hidupmu Bergantung dengan Apa yang Kau Makan !

Hidupmu Bergantung dengan Apa yang Kau Makan ! Islam adalah agama yang sempurna. Agama ini membimbing manusia sampai hal-hal terkecil seperti apa yang kita makan. Allah swt Berfirman, فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” (QS.Abasa:24)

Baca Yang lain

Bumi ini Luas, Berjalanlah !

Bumi ini Luas, Berjalanlah ! Allah Berfirman, أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ “Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS.Al-Hajj:46)

Baca Yang lain

Ajaran Berhemat dalam Al-Qur’an (bag2)

Ajaran Berhemat dalam Al-Qur’an (bag2) Sebelumnya kita telah melihat bahwa islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan. Tidak kurang dan berlebihan. Begitu juga dalam urusan Infaq (sedekah). Islam mengajak kita untuk tidak kikir tapi juga tidak memberikan semua yang kita miliki.

Baca Yang lain

Ajaran Berhemat dalam Al-Qur’an

Ajaran Berhemat dalam Al-Qur’an Islam adalah agama yang seimbang. Islam membawa manusia untuk berlaku adil dan tak melampaui batas. Karena segala sesuatu yang melampaui batas itu buruk. Bahkan umat islam juga disebut Ummatan Wasatho yang bermakna umat yang berada ditengah.

Baca Yang lain

Pahala Mendamaikan Orang yang Berselisih

Pahala Mendamaikan Orang yang Berselisih Sebelumnya kita telah mendengar ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi tentang anjuran yang sangat untuk mendamaikan orang yang berselisih. Seperti Firman Allah swt, فَاتَّقُواْ اللّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بِيْنِكُمْ “Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (QS.Al-Anfal:1)

Baca Yang lain

Mendamaikan Orang yang Berselisih (Al-Ishlah) dalam Al-Qur’an

Mendamaikan Orang yang Berselisih (Al-Ishlah) dalam Al-Qur’an Pernah mendengar kata Al-Ishlah ? Al-Ishlah sering diartikan dengan “perbaikan” atau “memperbaiki”. Jika kita menengok pada tujuan utama dari dakwah para nabi, maka sejarah membuktikan bahwa tujuan mereka adalah Al-Ishlah, atau memperbaiki kondisi umat. Seperti perkataan Nabi Sholeh as yang diabadikan dalam Al-Qur’an berikut ini, إِنْ أُرِيدُ إِلاَّ الإِصْلاَحَ مَا اسْتَطَعْتُ “Aku hanya bermaksud (melakukan) perbaikan semampuku.” (QS.Huud:88)

Baca Yang lain

Ancaman Dahsyat bagi Pemutus Silaturahmi !

Ancaman Dahsyat bagi Pemutus Silaturahmi ! Allah swt berfirman, الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS.al-Baqarah:27)

Baca Yang lain

Perhatian Islam pada Kesehatan Tubuh

Perhatian Islam pada Kesehatan Tubuh Islam tidak hanya menaruh perhatian pada urusan akhirat saja. Seorang muslim diajarkan untuk menjaga dan memperhatikan urusan dunianya juga. Terbukti dengan doa yang diajarkan tidak hanya meminta kebaikan akhirat, tapi meminta kebaikan dunia juga.

Baca Yang lain

Bagaimana Semestinya Kita Membenturkan Pandangan?

Bagaimana Semestinya Kita Membenturkan Pandangan? “..sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, yang mendengarkan (semua) perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.”  (Qs. Az Zumar: 17-18)

Baca Yang lain

Kekayaan yang Sebenarnya

Kekayaan yang Sebenarnya Hidup itu sejatinya adalah petualangan. Yang kita butuhkan hanyalah ruang untuk berfikir. "Rasa cukup itu adalah kekayaan yang abadi.." Imam Ali as.

Baca Yang lain

Bahagia Itu Ada Saat Berbagi

Bahagia Itu Ada Saat Berbagi "Sungguh celaka orang yang kikir. Di dunia mereka tidak bisa menikmati apa yang mereka cari dan di akhirat mereka harus mempertanggung-jawabkan semua yang mereka punya.." - Imam Ali as -

Baca Yang lain

Bertindak yang Benar pada Orang-orang Jahil

Bertindak yang Benar pada Orang-orang Jahil “…dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (Qs. An Nahl: 125)

Baca Yang lain

SILATURAHMI

SILATURAHMI Hak-hak sosial lain yang Islam wariskan dengan penekanan kepada kaum Muslim ialah menciptakan hubungan dan bergaul secara baik dengan sanak saudara dan famili, yang secara istilah disebut dengan silaturahmi.

Baca Yang lain

Serius dalam Mengerjakan Pekerjaan

Serius dalam Mengerjakan Pekerjaan Ayatullah Sayid Ali Khamenei sebagaimana ulama lainnya dalam kuliah Fiqih dan Ushul Fiqihnya dalam sepekan mengkhususkan sehari untuk menyampaikan syarah atas hadis-hadis akhlak yang berkaitan dengan masyarakat. Sumber hadis berasal dari buku as-Syafi fi al-'Aqaid, al-Akhlaq wa al-Ahkam dan al-Amali. Kali ini beliau berbicara tentang Serius dalam Mengerjakan Pekerjaan.

Baca Yang lain