Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Imam Ali as
TRAKTAT HAJI TERAKHIR

TRAKTAT HAJI TERAKHIR

Kemudian, Nabi Saw bersabda, “Tuhan adalah waliku dan aku adalah penjaga orang-orang yang beriman dan aku lebih pantas untuk perwalian kalian daripada kalian untuk diri kalian sendiri. Karena itu, siapa pun yang mengimaniku sebagai wali, maka Ali adalah walinya.” Nabi Saw mengulang kalimat ini tiga kali dan berkata, “Ya Tuhan, jadilah wali bagi yang mengimani Ali sebagai wali dan jadilah musuh bagi orang-orang yang memusuhinya. Bantulah siapa pun yang membantunya dan tinggalkanlah orang yang meninggalkannya.”

Imam Ali as
GELAR AMIRUL-MU’MININ KHUSUS UNTUK IMAM ALI BIN ABI THALIB

GELAR AMIRUL-MU’MININ KHUSUS UNTUK IMAM ALI BIN ABI THALIB

Imam Ali bin Abi Thalib (as) memiliki banyak gelar: Amirul-Mu’minin, al-Washi, al-Wali, al-Murtadha, Sayyidul-Arab, Sayyidul-Muslimin, Aqdha al-Ummah, Ya’sub al-Din, Ya’sub al-Mu’minin, Qaid al-Ghur al- Muhajjalin, Imam al-Muttaqin, ‘Amud al-din, Rayatul-huda.

Keluarga & Masyarakat
Perkawinan (2)

Perkawinan (2)

Dalam kitab-kitab fikih praktis (Taudhih al-Masāil) dimuat banyak hukum-hukum fikih mengenai pernikahan. Di antara yang terpenting adalah sebagai berikut:

Rasulullah & Ahlulbait
Ayat Mawaddah(2)

Ayat Mawaddah(2)

Perbedaan Pendapat mengenai Makna Qurba Sejumlah pendapat ahli tafsir mengenai makna al-Qurba dapat dikemukakan secara singkat sebagai contoh sebagaimana berikut:

Imam Ali as
Rasulullah Mendaulat Imam Ali

Rasulullah Mendaulat Imam Ali

Kaum Muslim Syiah meyakini bahwa Nabi Muhammad saw, atas perintah Allah Swt, telah menunjuk Imam Ali as sebagai khalifah sesudahnya. Beliau melakukan itu berkali-kali dan dalam berbagai kesempatan berbeda. Di Ghadir Khum, dekat dengan Juhfah, misalnya, Rasulullah saw membacakan khutbahnya yang sangat popular di depan para sahabatnya, sepulangnya dari menunaikan Haji Wada.

Keluarga & Masyarakat
Perkawinan(1)

Perkawinan(1)

Perkawinan atau Pernikahan (bahasa Arab: الزواج أو النكاح) adalah membentuk sebuah ikatan antara suami-istri melalui perantara akad. Al-Qur’an memandang perkawinan sebagai penyebab ketenangan kaum laki-laki di sisi istri-istrinya dan menyarankan kaum muslimin untuk menikahkan laki-laki dan perempuan yang masih lajang. 

Rasulullah & Ahlulbait
Ayat Mawaddah (1)

Ayat Mawaddah (1)

Ayat Mawaddah (bahasa Arab: آية المودة ) adalah ayat ke 23 Surah Asy-Syura dari Al-Qu’ran yang menjelaskan mengenai fadhilah dan keutamaan Ahlulbait Nabi Muhammad saw dan upah yang didapat Nabi saw dari risalah yang disampaikannya, yaitu kecintaan terhadap Ahlulbaitnya.

Imam Ali as
Rasulullah Kenalkan Imam Ali Penggantinya

Rasulullah Kenalkan Imam Ali Penggantinya

Lalu Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang menjadikanku sebagai maula (yang berkuasa terhadap dirinya), maka Ali juga maulanya, Allah penolong setiap orang yang mencintai Ali dan cintailah Ali dan musuhilah siapa saja yang memusuhinya.”  

Imam Ali as
Penjelasan Makna Kata “Wali” atau “Maula” dalam Peristiwa Ghadir Khum (2)

Penjelasan Makna Kata “Wali” atau “Maula” dalam Peristiwa Ghadir Khum (2)

Di sisi lain, kata “Maula” juga memiliki makna yang penting dalam peristiwa Ghadir Khum. Kata ini dapat diterjemahkan sebagai “wali”, “pemimpin”, atau “penolong”, namun memiliki dimensi yang lebih luas. Dalam konteks peristiwa Ghadir Khum, penggunaan kata “Maula” oleh Nabi Muhammad SAW untuk merujuk kepada Imam Ali menyoroti hubungan dekat dan khusus antara keduanya.

Rasulullah & Ahlulbait
Penjelasan Makna Kata “Wali” atau “Maula” dalam Peristiwa Ghadir Khum (1)

Penjelasan Makna Kata “Wali” atau “Maula” dalam Peristiwa Ghadir Khum (1)

Untuk memahami makna kata-kata “Wali” atau “Maula” secara lebih komprehensif, penting untuk merujuk pada sumber-sumber teologis, sejarah, dan tafsir yang kredibel. Studi yang mendalam dan holistik akan membantu kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang implikasi spiritual, moral, dan kepemimpinan yang terkandung dalam kata-kata ini dalam konteks peristiwa Ghadir Khum.