Artikel
-
Al Qur'an Al Karim
Artikel: 579, Kategori: 4 -
Akidah
Artikel: 44, Kategori: 5 -
Rasulullah & Ahlulbait
Artikel: 402, Kategori: 15 -
Hadits & Ilmu Hadits
Artikel: 7, Kategori: 4 -
Fiqih & Ushul Fiqih
Artikel: 19, Kategori: 2 -
Sejarah & Biografi
Artikel: 101, Kategori: 3 -
Bahasa & Sastra
Artikel: 12, Kategori: 2 -
Keluarga & Masyarakat
Artikel: 1978, Kategori: 3 -
Akhlak & Doa
Artikel: 258, Kategori: 3 -
Filsafat & Irfan
Artikel: 319
Arbain Walk to Mazar: Menyambungkan Ruh kepada Imam Husain as. melalui Jejak Allahyarham MahaGuru
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- ijabi
“Siapa yang belum mampu menziarahi kami, hendaknya ia menziarahi para pecinta kami yang saleh, maka dicatat baginya pahala seperti menziarahi kami. Dan siapa yang belum mampu menyambungkan hubungan dengan kami, hendaknya ia menyambungkan hubungan dengan para pecinta kami yang saleh, maka dicatat baginya pahala seperti menyambungkan hubungan dengan kami.” (Kamil al-Ziyarat, jilid 2, hlm. 209).
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 7
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Mereka merasa tertinggal dari para syuhada. Itulah pelajaran Arba’in. Merindukan akhir hidup di jalan Allah. Jutaan manusia berjalan menuju Karbala. Berbeda bangsa. Berbeda bahasa. Berbeda warna kulit.
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 6
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Syafaat berarti menggenapkan. Yang kurang menjadi sempurna. Orang tua memberi syafaat. Anak memberi syafaat. Guru memberi syafaat. Para ulama dan marja’ memberi syafaat.
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 5
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Kalau salah memilih imam, salah pula zumar-nya. Dalam Doa Kumail kita membaca, وَهَبْنِي صَبَرْتُ عَلَىٰ حَرِّ نَارِكَ فَكَيْفَ أَصْبِرُ عَلَىٰ فِرَاقِكَ “Ya Allah, andaikan aku sanggup bersabar atas panasnya api-Mu, bagaimana mungkin aku sanggup bersabar karena berpisah dari-Mu.” Sayyid Kamal menjelaskan bahwa kepedihan terbesar bukan hanya panasnya neraka.
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 4
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Mudah bagi kita mengatakan, “Kami mencintai Imam Ali. Kami mencintai Imam Husain. Kami mencintai Imam Zaman.” Tetapi pertanyaannya bukan itu. Apakah Imam mengakui kita sebagai pengikutnya? Hari ini kita berkata, “Imam kami adalah Imam Ali.” Namun kelak, apakah Imam akan berkata, “Dia adalah pengikutku.” Atau justru berkata, “Aku bukan imamnya.”
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Seorang tamu dari Bahrain pernah bercerita. Di Wadi as-Salam, Najaf, ada seorang gadis berusia sekitar enam belas atau tujuh belas tahun. Setelah ibunya wafat, hampir setiap malam ia tidur di dekat makam sang ibu karena tidak sanggup berpisah. Suatu malam ia mengalami sesuatu yang luar biasa. Keesokan paginya seluruh rambutnya memutih.
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Kita dipisahkan dengan saudara-saudara kita di Iran oleh batas negara. Kita berbeda bahasa dan budaya. Namun Al-Qur’an tidak pernah mengatakan manusia dikumpulkan berdasarkan kebangsaan. Allamah Thabathabai menjelaskan firman Allah: «يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ “Pada hari ketika Kami memanggil setiap manusia bersama imam mereka.” (QS. Al-Isra’: 71)» Inilah jawabannya.
Zumar: Rombongan yang Diikat oleh Cinta kepada Imam 1
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Ustadz Miftah Fauzi Rahmat
Sehingga penyesalan, يا ليتنا كنا معكم فنفوز فوزًا عظيمًا “Andai kami dahulu bersama kalian, niscaya kami memperoleh kemenangan yang agung.” tidak hanya menjadi ucapan lisan, tetapi menjadi doa agar kelak Allah benar-benar menghimpunkan kita bersama Imam Husain as., para syuhada, dan orang-orang saleh.
Belajar Menghadapi Kematian, Belajar Menghargai Kehidupan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sal Sabillah Nikmatus Solikah
Membaca skripsi karya Sal Sabillah Nikmatus Solikah memberi kesan bahwa pembahasan tentang kematian tidak selalu identik dengan suasana muram. Sebaliknya, melalui perbandingan pemikiran KH. Jalaluddin Rakhmat dan Prof Komaruddin Hidayat, penulis memperlihatkan bahwa kesadaran akan kematian justru dapat menjadi sumber kekuatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih bermakna.
Kematian yang Melahirkan Harapan
- Dipublikasi pada
-
- pengarang:
- Sal Sabillah Nikmatus Solikah
Di bagian akhir penelitiannya, Sal Sabillah Nikmatus Solikah sampai pada sebuah kesimpulan yang menarik. Meskipun KH. Jalaluddin Rakhmat dan Prof Komaruddin Hidayat sama-sama berbicara tentang kematian dengan bahasa yang menenangkan, keduanya berangkat dari fondasi yang berbeda. Perbedaan itulah yang justru memperkaya cara umat Islam memahami salah satu kepastian terbesar dalam hidup manusia.