Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Artikel

Rasulullah & Ahlulbait
Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian2)

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian2)

Zainab adalah teladan dan panutan kaum wanita di Karbala. Ibu Wahab seorang Nasrani atau istri Zuhair, meski hanya berada di balik medan perang, namun dengan jiwa rasional dan motifasi syahadah yang mereka bangkitkan menunjukkan bahwa sirkuit pendidikan Zainab dalam peristiwa Asyura telah memberikan pengaruh yang kuat terhadap mereka.

Rasulullah & Ahlulbait
Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian1)

Zainab Paramater Teladan Mendidik Anak Perempuan(bagian1)

Zainab dilahirkan pada 5 Jumadil Ula tahun ke-5 H di Madinah dari pasangan Ali dan Fatimah as. Kelahirannya diperingati di Iran sebagai hari perawat. Namanya langsung diberikan oleh Nabi saw yang disampaikan oleh Jibril dari Allah swt kepada beliau. Zainab adalah gabungan dari dua kata ‘Zain’ (hiasan) dan ‘Ab’ (ayah). Zainab banyak memiliki laqab atau gelar, seperti Aqilah Bani Hasyim, Muwatstsaqah, Arifah, Alimah, Muhaddatsah, Fadhilah, Kamilah, Abidah keluarga Ali dan lain-lain.

Keluarga & Masyarakat
Melampaui Batas Dihadapan Allah Swt

Melampaui Batas Dihadapan Allah Swt

(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, sungguh, Allah sangat keras siksa-Nya. (QS.Al-Anfal:13) Itulah beberapa contoh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang menyebutkan bagaimana sikap manusia yang melampaui batas ketika ia merasa cukup dan hebat. Semoga bermanfaat.

Keluarga & Masyarakat
Kebaikan dan Keburukan dalam Pandangan Rumi

Kebaikan dan Keburukan dalam Pandangan Rumi

Kesimpulannya, di sini Jalaludin Rumi hendak memberikan nasihat pada kita bahwa kita mampu mengambil hikmah atas segala apa yang terjadi pada kita. Maka dari itu kita harus selalu khusnudzan dan berpandangan baik kepada Allah swt.

Al Qur'an Al Karim
Malaikat dalam Perspektif al-Qur’an

Malaikat dalam Perspektif al-Qur’an

Baik al-Qur’an dan Filsafat Islam memaknai malaikat sebagai perantara baik perantara pencipta dengan ciptaannya maupun perantara antara hirarki cahaya tertinggi dengan cahaya yang terlemah (manusia). Al-Qur’an dan filsafat mengamini adanya malaikat dengan berbagai macam perbedaan istilahnya, tetapi tidak mengubah eksistensi dan substansi dari malaikat itu sendiri. Dengan demikian, bahwa keberadaan malaikat itu benar berdasarkan argumentasi di atas dan meyakininya memerlu satu bangunan argumen rasional karena malaikat bukan sesuatu yang bisa dibuktikan secara kasat mata.

Al Qur'an Al Karim
Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag. Akhir)

Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag. Akhir)

Al-Qur’an dalam ayat di atas menggunakan metode “pertanyaan” untuk penenakanan bahwa kedua tipe ini benar-benar jauh berbeda. Tentunya Al-Qur’am tidak benar-benar sedang bertanya. Karena mana mungkin bisa disamakan antara mereka yang tenggelam dalam kelalaian dunia dengan mereka yang bertakwa kepada Allah Swt ?

Imam Ali as
Ungkapan Imam Ali Soal Kematian: Ringankanlah Diri Kalian, Niscaya Kalian Kelak Menyusul

Ungkapan Imam Ali Soal Kematian: Ringankanlah Diri Kalian, Niscaya Kalian Kelak Menyusul

Imam Ali a.s. ditanya tentang metode muhasabah diri lalu beliau berpesan, “Dari pagi hingga sore, tanyakanlah diri sendiri, ‘Hai diri, hari ini telah berlalu atasmu. Ia tidak lagi kembali kepadamu selamanya. Allah akan mempertanyakanmu tentang hal-hal yang telah kau lalui. Apakah yang telah kau lakukan? Apakah kau mengingat Allah atau memuji-Nya? Apakah kau telah memenuhi kebutuhan seorang Mukmin?

Imam Ali as
Hikmah Nahjul-Balaghah Ke-111

Hikmah Nahjul-Balaghah Ke-111

Cinta juga harus dibuktikan dalam perbuatan bukan hanya sekedar kata dan perasaan. Seperti saat kita mencintai ibu maka harus dibuktikan dalam perbuatan, misalnya dengan sikap hormat, menolongnya dan lainnya, begitu juga saat mencintai Ahlulbait as sehingga kita menjadi hamba yang diridhoi-Nya.

Keluarga & Masyarakat
Mendengar Tapi Tuli, Melihat Tapi Buta

Mendengar Tapi Tuli, Melihat Tapi Buta

Bagaimana kita menuntut seorang buta untuk melihat sesuatu ? Persis seperti itulah apabila kita meminta seseorang yang buta hatinya untuk memahami dan merenungkan sesuatu. Karena manusia disebut buta hatinya ketika ia tidak mendapatkan manfaat apapun dari apa yang ia lihat.

Fathimah az Zahra as
WAHYU UNTUK FATHIMAH A.S.

WAHYU UNTUK FATHIMAH A.S.

Kata wahyu bukanlah sesuatu yang asing bagi setiap Muslim. Tapi boleh jadi tak banyak yang memahaminya secara utuh sehingga sebagian orang menganggap pemahamannya yang sempit sebagai pemahaman final dan berlaku umum tanpa perbedaan. Karena itu, diperlukan sebuah deskripsi yang cukup tentang kata dan pengertian wahyu serta macam-macamnya agar wawasan keagamaan kita terus meluas.