Situs Al Imamain Al Hasanain Pusat Kajian Pemikiran dan Budaya Islam

Filsafat & Irfan

Abu al-Hasan al-Busyanji Dituduh Mencuri Keledai, Tetapi…

Abu al-Hasan al-Busyanji Dituduh Mencuri Keledai, Tetapi…

Berikut quote sufistik dari Syekh Abu al-Hasan al-Busyanji: مَنْ تَوَاضَعَ رَفَعَهُ اللهُ، وَكُلُّ مَنْ تَكَبَّرَ أَذَلَّهُ اللهُ “Man tawāḍaʼa rafaʼahu-l-llāhu, wa kullu man takabbara ażallahu-l-llāhu.” “Barang siapa bersikap rendah hati pasti Allah mengangkat derajatnya, dan barang siapa bersikap sombong (takabur) pasti Allah akan menghinakannya.”

Baca Yang lain

Filsafat Ketuhanan

Filsafat Ketuhanan Tuhan yang dipikirkan adalah Tuhan yang “harus” ada demi memenuhi hasrat rasio dan diri yang nampak jelas adanya, namun saat diri runtuh, rasio menunduk, maka Tuhan adalah kenyataan yang sesungguhnya.

Baca Yang lain

Bagimana tarbiyah Asma terhadap makhluk-makhuk-Nya?

Bagimana tarbiyah Asma terhadap makhluk-makhuk-Nya? Setiap makhluk berdoa dengan lisan yang telah ditetapkan haknya  dari pancaran (fayd) nama-nama Ilahi yang memberikan hak kepadanya  dan anugerah tuhan yang berupa karunia hak itu yang  menuntutnya untuk berdoa. Pengharapan (thalab) dari aspek ini  adalah sebagai sambutan atas ajak tuhan.

Baca Yang lain

Makhluk Individual: Hakikat Manusia dalam al-Qur’an

Makhluk Individual: Hakikat Manusia dalam al-Qur’an Dengan demikian, kita bisa menyimpulkan bahwa manusia secara individual memiliki dua dimensi yaitu, jasmani dan ruhani di mana masing-masing dimensi itu memiliki kebutuhan yang bersifat fitrawi dan sesuatu yang bersifat fitrawi itu adalah suci karena berasal dari Tuhan Yang Maha Suci. Kesimpulannya ialah, hakikat manusia bukan saja sesuatu yang bersifat fisik, melainkan bersifat ruhani. Manusia adalah makhluk yang berfisik lagi berakal dan berjiwa.

Baca Yang lain

Konsep Hikmah (Kebijaksanaan) dalam Perspektif al-Qur’an dan Falsafah Islam(2)

Konsep Hikmah (Kebijaksanaan) dalam Perspektif al-Qur’an dan Falsafah Islam(2) Kalimat “innalillahi wa inna ilaihi roji’un” yang berarti ‘sesungguhnya kami berasal dari Tuhan dan kelak hanya kepadaNya kami kembali’. Dalam kacamata kosmologi yang memiliki visi antropokosmik – di mana terdapat hubungan holistik antara makrokosmos (alam semesta) dan mikrokosmos (manusia) dengan Tuhan – bahwa setiap manusia diciptakan dengan cara yang sama dan diberikan fitrah serta potensi yang sama apapun agamanya, rasnya, warna kulitnya. Datangnya manusia ke alam ini dengan cara yang sama, namun pemahamannya, pandangan dunianya yang kemudian membuat setiap manusia berbeda dalam menentukan cara kembali pada asalny

Baca Yang lain

Konsep Hikmah (Kebijaksanaan) dalam Perspektif al-Qur’an dan Falsafah Islam(1)

Konsep Hikmah (Kebijaksanaan) dalam Perspektif al-Qur’an dan Falsafah Islam(1) Kebijaksanaan adalah istilah yang sering didengungkan ketika membahas tentang filsafat. Philo dan Sophia berasal dari bahasa Yunani, dua kata yang membangun kata filsafat memiliki arti Cinta Kebijaksanaan. Orang yang mencintai kebijaksanaan disebut filosof.

Baca Yang lain

Sudah Ada Sains Dan Filsafat Untuk Apa Agama (bag. 2)

Sudah Ada Sains Dan Filsafat Untuk Apa Agama (bag. 2) Maka, sejauh agama adalah suatu kebenaran, maka ia akan selalu dibutuhkan oleh jiwa untuk dipercayai. Semakin tinggi dan luas cakupan suatu bentuk kebenaran akan semakin butuh manusia padanya. Jika air dibutuhkan hanya untuk minum dan mencuci, maka di luar aktivitas minum dan mencuci, maka manusia tak butuh pada air. Lantas bagaimana dengan agama? Apakah ia sebuah kebenaran sehingga layak dan wajib untuk dipercaya, dan sejauh mana cakupannya dalam kehidupan manusia?

Baca Yang lain

Sudah ada Sains dan Filsafat, Untuk apa Agama? (Bag.2)

Sudah ada Sains dan Filsafat, Untuk apa Agama? (Bag.2) Berikut bisa dijelaskan, jika sains mesti menerima keberadaan sesuatu (materi) sehingga absah untuk diteliti dan diinvestigasi, maka filsafat bertanya, bagaimana keberadaan materi sebagaimana adanya menjadi ada? Artinya, apa yang memungkinkan sains untuk bekerja adalah apa yang menjadi obyek kajian filsafat: ADA.

Baca Yang lain

Sudah ada Sains dan Filsafat, Untuk apa Agama? (Bag.1)

Sudah ada Sains dan Filsafat, Untuk apa Agama? (Bag.1) Perdebatan sains, filsafat dan agama, bukan barang baru. Ini adalah isu lama yang mungkin selalu baru untuk dibahas. Kali ini perbincangan tersebut menjadi hangat dengan pandemi sebagai pemicunya.

Baca Yang lain

Seni Menyanggah Sebagai Mediasi Perkembangan Ilmu dan Munculnya Filsuf

Seni Menyanggah Sebagai Mediasi Perkembangan Ilmu dan Munculnya Filsuf Menyanggah adalah sebuah seni yang penting dalam ranah keilmuan filsafat maupun ilmu-ilmu yang lain. Tentu filsafat disini adalah filsafat dalam makna sekarang, sebagai sebuah ilmu mandiri dan terpisah dari ilmu-ilmu yang lain. Bukan filsafat dengan makna pertama yang mencakup seluruh ilmu. Manfaat seni menyanggah adalah semakin berkembangnya ilmu filsafat begitu juga dengan kemunculan para filsuf baru. Hal ini tidak terbatas pada ilmu filsafat tapi juga berlaku untuk semua ilmu.

Baca Yang lain

Baqir Sadr dan Karya Filsafatnya

Baqir Sadr dan Karya Filsafatnya Nasib menempanya menjadi manusia tangguh. Pada usia empat tahun, beliau harus menjadi yatim karena ditinggal ayahnya menghadap Tuhan yang memiliki kehidupan, kemudian menjadi piatu dengan wafatnya sang Ibunda menyusul ayahnya, setelah itu kakak beliau Isma’il—yang juga merupakan seorang mujtahid di Irak—juga turut meninggalkan beliau.  

Baca Yang lain

Filsafat dan Karakter Kosmik Perempuan

Filsafat dan Karakter Kosmik Perempuan Pendekatan induktif menganjurkan pada kita untuk menyerap sebanyak-banyaknya informasi dari manapun, tanpa pandang bulu, yang berarti mesti ada kesediaan menjadi pendengar, pembaca dan pengamat yang baik. Hal ini penting agar kita tak terjebak pada pengetahuan yang sepotong-sepotong dari sebuah informasi, narasi, atau wacana tertentu.

Baca Yang lain

Diskursus Kosmologi Islam II: Ikhwan al-Shafa

Diskursus Kosmologi Islam II: Ikhwan al-Shafa Selain itu, Ikhwan al-shafa memberikan dua makna kepada ungkapan alam atas dan alam bawah. Yang pertama alam atas diberi makna alam falak atau langit sedangkan alam bawah diberi makna bumi dengan segala kandungannya dan angkasa sekeliling bumi yang berada di bawah falak bulan. Yang kedua alam atas diberi makna alam surga sedangkan alam bawah berarti jahannam atau neraka.

Baca Yang lain

Diskursus Kosmologi Islam II: Ikhwan al-Shafa

Diskursus Kosmologi Islam II: Ikhwan al-Shafa Selain itu, Ikhwan al-shafa memberikan dua makna kepada ungkapan alam atas dan alam bawah. Yang pertama alam atas diberi makna alam falak atau langit sedangkan alam bawah diberi makna bumi dengan segala kandungannya dan angkasa sekeliling bumi yang berada di bawah falak bulan. Yang kedua alam atas diberi makna alam surga sedangkan alam bawah berarti jahannam atau neraka.

Baca Yang lain

Diskursus Kosmologi Islam: al-Farabi dan Ibn Sina

Diskursus Kosmologi Islam: al-Farabi dan Ibn Sina Kosmologi berasal dari bahasa Inggris yaitu, Cosmology yang terdiri dari dua kata yaitu, cosmos yang berarti alam semesta, keteraturan dan logos berarti ilmu. Secara bahasa, kosmologi adalah ilmu yang membahas tentang alam semesta baik asal mula maupun strukturnya. Kosmologi merupakan persoalan yang berhubungan dengan asal mula alam semesta, keberadaannya hingga kepunahannya. Beragam pendekatan digunakan untuk mengetahui persoalan alam semesta seperti fisika, astronomi hingga filsafat.

Baca Yang lain

Kosmologi dan Manusia sebagai “Makrokosmos”

Kosmologi dan Manusia sebagai “Makrokosmos” Alam terkait dengan konsepsi mengenai Ruang dan Waktu. Yakni segala jenis fenomena yang muncul, terjadi dalam ruang dan waktu, artinya terbatas. Jika kemarin sore kita sedang membaca buku, maka tindakan tersebut tak akan mungkin terulang lagi, karena waktu membatasi kita. Kemarin adalah kemarin, esok adalah esok, dan sekarang adalah sekarang.

Baca Yang lain

Potret Perjuangan Ulama(1): Rihlah dan Lelah

Potret Perjuangan Ulama(1): Rihlah dan Lelah Menurut bahasa, rihlah diartikan dengan pergi atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan sebuah niat dan tujuan. Rihlah –yang sudah menjadi bahasa Indonesia– telah menjadi “مقصد أساسي” atau salah satu metode utama para ulama dalam menuntut ilmu.

Baca Yang lain

Bedah Konsep Manusia Bersama Muthhahhari, Analisa Konsep Fitrah: Sebuah Pengantar

Bedah Konsep Manusia Bersama Muthhahhari, Analisa Konsep Fitrah: Sebuah Pengantar Manusia adalah makhluk misterius. Demikian kata yang dapat kita lontarkan guna menggambarkan begitu rumitnya memahami obyek yang bernama manusia. Deretan pemikir berjibaku memberikan sejumlah interpretasi menyangkut eksistensi dan segala aneka macam yang berkaitan dengan diri dan sosok manusia.

Baca Yang lain

Pandangan Dunia Islam Perspektif Murtadha Muthahhari

Pandangan Dunia Islam Perspektif Murtadha Muthahhari Abad ke-19 hingga 20an merupakan suatu tonggak sejarah yang amat menentukan. Dimana narasi-narasi besar dunia mengemuka. Narasi yang terlahir dari ragam elemen-elemen pemikiran ilmiah-empirik-rasional saling berkontestasi mengukuhkan sistem sosial dunia. Tidak hanya soal sains yang telah lebih dulu menemukan titik awal revolusinya. Tapi konsepsi tentang manusia, sejarah dan masyarakat.

Baca Yang lain

Murtadha Muthahhari: Kritik atas Materialisme Historis(2)

Murtadha Muthahhari: Kritik atas Materialisme Historis(2) Secara ontologis, jiwa memiliki kenyataannya sendiri sementara materi memiliki kenyataannya sendiri, namun dalam pertautan epistemologi tidak mungkin tidak pasti dimulai dari kenyataan-kenyataan material. Di sinilah Marx tidak memilah mana materi dan jiwa dalam pengertian ontologis dan epistemologis.

Baca Yang lain